TRADISI JAMASAN WAYANG KRUCIL KYAI BONTO DI DUSUN PAKEL, DESA KEBONSARI, KECAMATAN KADEMANGAN, KABUPATEN BLITAR (KAJIAN FOLKLOR)
Abstract
Kekayaan budaya Indonesia yang meliputi berbagai tradisi dari setiap daerah sering kali menimbulkan kesenjangan pengetahuan mengenai tradisi dalam masyarakat. Tidak semua individu mengetahui tradisi-tradisi di daerah terpencil atau jauh dari tempat tinggal mereka. Perbedaan geografis dan keragaman budaya di setiap daerah mempengaruhi seberapa luas pengetahuan seseorang mengenai warisan budaya Indonesia. Salah satu tradisi yang kurang dikenal adalah Tradisi Jamasan Wayang Krucil Kyai Bonto. Tradisi sakral ini berupa prosesi pembersihan benda pusaka berbentuk wayang krucil yang dilaksanakan setahun sekali pada 12 Rabiul Awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) asal mula tradisi jamasan wayang krucil Kyai Bonto, (2) prosesi tradisi tersebut, dan (3) upaya pelestariannya. Penelitian ini menggunakan teori folklor dari James Danandjaja dengan metode deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan urutan prosesi tradisi seperti musyawarah, kerja bakti, promosi acara, persiapan ubarampe, pesta rakyat, kesenian Jidoran, malam tirakatan, kirab, ziarah, adicara jamasan (siraman), ambengan dan tumpengan, pagelaran wayang kulit, pembersihan lokasi, dan pembubaran panitia. Upaya pelestarian tradisi ini dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan eksistensi TJWKKB agar lebih dikenal oleh masyarakat umum dan menjadi referensi bagi peneliti lain dalam melakukan penelitian menggunakan kajian folklor.
Kata Kunci : Folklor, Tradisi, Wayang Krucil, Kyai Bonto
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section

