Pasemon Sebagai Representasi Bahasa Rakyat Dalam Seni Pertunjukan Gambus Misri: Kajian Etnosemantik
DOI:
https://doi.org/10.26740/job.v22n1.p1-19Abstract
ABSTRAK
Pasemon adalah lambang ekspresi, perilaku, atau kata-kata yang digunakan untuk menyampaikan makna secara simbolik atau tidak langsung. Penelitian ini bertujuan menguraikan pasemon dalam kesenian Gambus Misri Jombang sebagai bentuk bahasa rakyat dalam folklor lisan, dengan pendekatan etnosemantik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data primer berupa transkrip lakon “Brandhal Lokajaya” dari kanal YouTube, wawancara, dan observasi. Data sekunder diperoleh dari jurnal, dokumen terkait, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi human instrument, daftar pertanyaan wawancara, lembar observasi, serta alat bantu. Keabsahan data diuji melalui validitas semantis dan reliabilitas stabilitas, dengan teknik analisis triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan adanya 11 klasifikasi pasemon verbal dan 9 klasifikasi pasemon non-verbal dari bahasa rakyat. Dalam konteks etnosemantik, ditemukan fungsi nilai dalam pasemon seperti nilai agama, sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Pembahasan difokuskan pada pasemon verbal dan non-verbal dalam bahasa rakyat serta konteks makna etnosemantik yang terkandung dalam pertunjukan Gambus Misri. Simpulan menunjukkan bahwa Gambus Misri tidak sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pelestarian bahasa rakyat dan nilai-nilai budaya Jawa yang bersifat edukatif dan transgenerasional.
Kata kunci: Pasemon; Bahasa Rakyat; Folklor; Etnosemantik; Gambus Misri
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 19
,
PDF Downloads: 15











