The Simbol Manunggaling Kawula Gusti Dalam Babad Akhir Majapahit Sebagai Solusi Anxiety Disorder Pada Gen Z
Simbol Manunggaling Kawula Gusti Dalam Babad Akhir Majapahit
DOI:
https://doi.org/10.26740/job.v22n1.p108-127Abstract
Fenomena anxiety disorder yang meningkat di kalangan Gen Z mendorong perlunya pendekatan alternatif berbasis kearifan lokal sebagai solusi psikospiritual. Artikel ini menelaah simbol manunggaling kawula gusti dalam Babad Akhir Majapahit sebagai jalan penyembuhan batin bagi generasi muda yang mengalami krisis makna dan tekanan sosial. Penelitian ini bertujuan mengungkap simbol-simbol penyatuan manusia dan Tuhan yang terkandung dalam pupuh-pupuh Dhandhanggula, seperti kêmbang kintanira, kitab daka, salat tunggal, palung, wong ngagung dhingin-dhingin, dan sêmut, serta mengkaji implementasinya sebagai solusi bagi gangguan kecemasan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teori teologi sastra dari Amos Wilder, yang menekankan pentingnya simbol, narasi, dan imajinasi religius dalam memahami pengalaman iman secara estetis dan eksistensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol tersebut memuat nilai spiritual berupa ketundukan, keheningan, kesadaran diri, dan keterhubungan ilahi yang dapat diinternalisasi Gen Z melalui praktik naratif dan refleksi keseharian. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa manunggaling kawula gusti bukan hanya konsep mistik Jawa, tetapi juga jalan kontemplatif yang relevan sebagai terapi batin untuk mengatasi anxiety disorder di era digital.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 20
,
PDF Downloads: 4











