Sinergi Replikasi Server dan Sistem Failover pada Database Server untuk Mereduksi Downtime Disaster Recovery Planing (DRP)

Main Article Content

Wahyu Ari Yuliono
Agus Prihanto

Abstract

Abstrak—Data tidak hanya digunakan sebagai media untuk pertukaran informasi melainkan juga sebagai alat komunikasi antar perangkat yang sudah diintegrasikan. Data menjadi kebutuhan yang penting, tidak terbayangkan bagaimana data hilang atau tidak dapat diakses lagi. Beberapa sebab data tidak dapat diakses seperti data corrupt atau bisa juga data mengalami gangguan saat akan diakses, akses ganguan bisa berasal dari koneksi jaringan bisa juga berasal dari server dari data tersebut. Bahaya yang paling besar adalah bencana. Jika bencana tersebut terjadi menyebabkan banyak data hilang, maka dari itulah Disasster Recovery Planning (DRP) diperlukan. Waktu downtime menjadi penentu apakah suatu DRP efektif atau tidak. Sehingga perlu untuk mereduksi waktu dari downtime tersebut. Selain waktu downtime permasalahan ketersediaan data pada server erat kaitannya dengan high availability dengan protokol heartbeat. Protokol heartbeat digunakan untuk sistem failover dari server webserver. Selain failover webserver, proses backup dan restore database server melibatkan backup dari database server utama, untuk restore akan menggunakan differential backup. Sinkronisasi server dilakukan dengan rsync. Perintah rsync dikombinasikan dengan crontab untuk proses penjadwalan sedangkan proses restore pada server backup bergantung pada waktu pemindahan data dari server utama dan proses backup pada server utama itu sendiri. Hasil pengujian menujukkan bahwa sinergi dari sistem failover dan replikasi server mereduksi waktu downtime untuk link server efektif diterapkan pada suatu DRP dengan mereduksi waktu downtime jika dibandingan dengan DRP yang dilakukan secara manual.

Article Details

Section
Articles