ANALISA LAJU KOROSI PADA PLAT BAJA KARBON ASTM A36 DAN PLAT BAJA KARBON AISI 1020 MENGGUNAKAN STANDAR ASTM G31
Abstract
Korosi merupakan salah satu penyebab utama degradasi material yang mengancam keandalan serta masa pakai struktur baja di lingkungan industri yang agresif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan karakteristik laju korosi pada dua jenis baja karbon rendah yang banyak digunakan secara luas dalam aplikasi teknik, yaitu plat baja ASTM A36 dan AISI 1020. Pengujian dilakukan dengan menerapkan metode kehilangan berat (weight loss method) yang mengacu pada standar internasional ASTM G31 melalui mekanisme perendaman total (total immersion). Media korosif yang digunakan adalah larutan asam sulfat (H2SO4) dengan variasi konsentrasi 1M dan 2M, serta variasi durasi waktu perendaman selama 1 hari (24 jam), 2 hari (48 jam), dan 3 hari (72 jam). Pengukuran massa spesimen dilakukan menggunakan timbangan digital analitik dengan tingkat ketelitian mencapai 0,0001 gram. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa peningkatan kepekatan larutan asam sulfat dari 1M menjadi 2M secara signifikan meningkatkan laju korosi pada kedua jenis material. Secara teoritis, kenaikan molaritas ini melipatgandakan kelimpahan ion hidrogen (H+) bebas di dalam larutan yang bertindak sebagai agen pengoksidasi katodik utama, sehingga mempercepat proses pelarutan besi (Fe). Pada pengujian hari ke-3 (72 jam) di lingkungan H¬SO4 2M, nilai laju korosi mencapai titik tertinggi. Secara komparatif, pelat baja AISI 1020 menunjukkan karakteristik ketahanan korosi yang sedikit lebih buruk dengan nilai laju korosi meningkat dari 8,3098 mm/y pada konsentrasi 1M menjadi 9,9272 mm/y pada konsentrasi 2M. Tren yang serupa juga dialami oleh plat baja ASTM A36, di mana nilai laju korosinya meningkat dari 7,8247 mm/y pada konsentrasi 1M menjadi 9,1079 mm/y pada konsentrasi 2M. Perbedaan performa ini dipengaruhi oleh karakteristik metalurgi internal material; keberadaan unsur paduan minor seperti Mangan (Mn) yang sedikit lebih tinggi pada ASTM A36 mampu memberikan pengaruh mekanis berupa perlambatan difusi agresif ion sulfat (SO42-) pada permukaan logam. Selain itu, fluktuasi grafik laju korosi di setiap interval durasi perendaman mengonfirmasi bahwa produk korosi yang terbentuk pada permukaan kedua baja karbon rendah ini bersifat porus, tidak stabil, dan mudah larut kembali, sehingga gagal membentuk lapisan pasivasi yang protektif terhadap serangan asam pekat.
Kata Kunci: Laju Korosi, ASTM G31, Baja ASTM A36, Baja AISI 1020, Asam Sulfat (H2SO4), Kehilangan Berat.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 9
,
PDF Downloads: 3