PENGARUH PARAMETER PROSES TERHADAP KEKERASAN KOMPOSIT HIBRIDA SERAT ECENG GONDOK-DAUN NANAS BERBASIS PLA
Abstract
Perkembangan material ramah lingkungan mendorong pemanfaatan komposit berbasis serat alam sebagai alternatif material sintetis. Komposit hibrida berbasis Polylactic Acid (PLA) yang diperkuat serat eceng gondok dan daun nanas berpotensi dikembangkan karena ringan, biodegradable, dan tersedia melimpah. Namun, karakteristik mekaniknya dipengaruhi oleh berbagai parameter proses. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi NaOH, waktu perendaman, rasio serat eceng gondok–daun nanas, dan suhu post-cure terhadap kekerasan komposit hibrida berbasis PLA. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan sembilan kombinasi perlakuan, meliputi konsentrasi NaOH 3%, 5%, dan 7%, waktu perendaman 1, 3, dan 5 jam, rasio serat 3:7, 1:1, dan 7:3, serta suhu post-cure 80°C, 90°C, dan 100°C. Spesimen difabrikasi menggunakan metode compression molding dan diuji menggunakan metode Shore D sesuai ASTM D2240. Data dianalisis berdasarkan nilai rata-rata dan analisis varians untuk mengetahui kecenderungan pengaruh setiap parameter terhadap kekerasan komposit. Hasil penelitian menunjukkan nilai kekerasan berada pada rentang 75,83–78,67 SHD. Nilai tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 5%, waktu perendaman 1 jam, rasio serat 1:1, dan suhu post-cure 100°C dengan kekerasan rata-rata 78,67 SHD. Rasio serat menunjukkan kecenderungan pengaruh terbesar, dengan rata-rata kekerasan tertinggi pada rasio 1:1 sebesar 77,94 SHD. Hasil ini menunjukkan bahwa komposisi serat dan kondisi post-cure berperan terhadap karakteristik kekerasan komposit hibrida berbasis PLA.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 6
,
PDF Downloads: 5