Studi Pengaruh Suhu Pemrosesan Terhadap Kekuatan Tarik Bioplastik PLA (Polylactic Acid) dan Tepung Kulit Singkong
DOI:
https://doi.org/10.26740/jrm.v11i01.74903Abstrak
Plastik konvensional banyak digunakan karena sifat mekaniknya yang baik, namun sulit terurai secara alami sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan. Oleh karena itu, bioplastik berbasis sumber daya terbarukan, seperti Polylactic Acid (PLA) dengan penambahan tepung kulit singkong sebagai filler alami, dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi suhu pemrosesan terhadap sifat mekanik dan laju biodegradasi bioplastik PLA–tepung kulit singkong. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi suhu pemrosesan 200 °C, 225 °C, dan 250 °C. Material dengan komposisi 70 wt% PLA dan 30 wt% tepung kulit singkong diproses menggunakan injection molding melalui teknik melt intercalation, kemudian diuji tarik sesuai standar ASTM D638 Tipe I dan diuji biodegradasi menggunakan metode soil burial selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pemrosesan 225 °C menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar ±67 MPa. Peningkatan suhu hingga 250 °C menyebabkan penurunan kekuatan tarik dan elongasi akibat degradasi termal, meskipun meningkatkan modulus elastisitas dan laju biodegradasi. Hasil ini menunjukkan bahwa pengendalian suhu pemrosesan berperan penting dalam menentukan hubungan antara proses, struktur material, dan sifat mekanik bioplastik PLA–tepung kulit singkong.
Kata kunci: Bioplastik, Polylactic Acid, Tepung Kulit Singkong, Suhu Pemrosesan, Sifat Tarik.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Rekayasa Mesin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0