Fokus dan Cakupan
Fokus dan Cakupan
Fokus
Sapala Hata merupakan jurnal ilmiah yang ditelaah sejawat (peer-reviewed) dan berfokus pada pengembangan kajian linguistik, sastra, dan budaya. Jurnal ini menyediakan ruang akademik interdisipliner bagi penelitian kritis mengenai bahasa, karya sastra, dan kebudayaan sebagai sistem pemaknaan yang dinamis dalam membentuk, merefleksikan, dan mentransformasikan pengalaman manusia, relasi sosial, serta praktik budaya.
Sapala Hata menerima artikel penelitian orisinal yang berkontribusi terhadap pengembangan teori, inovasi metodologis, dan pemahaman empiris mengenai fenomena kebahasaan, teks dan praktik kesastraan, serta formasi budaya dalam beragam konteks historis, geografis, sosial, dan politik.
Jurnal ini mendorong dialog antara tradisi teoretis yang telah mapan dan perspektif kritis yang berkembang, terutama dalam mengkaji hubungan bahasa, ekspresi sastra, identitas budaya, ideologi, kekuasaan, dan transformasi sosial. Jurnal ini juga membuka ruang bagi penelitian yang menghubungkan linguistik, sastra, dan budaya dengan perkembangan kontemporer, termasuk teknologi digital, kecerdasan buatan, globalisasi, mobilitas transnasional, perubahan ekologis, dan transformasi interaksi sosial-budaya.
Melalui komitmen terhadap ketelitian akademik dan dialog interdisipliner, Sapala Hata berupaya memberikan kontribusi terhadap perkembangan wacana ilmiah internasional melalui publikasi penelitian yang memiliki kontribusi keilmuan yang jelas, landasan teoretis yang kuat, metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta relevansi bagi pemahaman kritis tentang bahasa, sastra, dan budaya dalam konteks lokal, nasional, regional, dan global.
Cakupan
Sapala Hata menerima artikel penelitian orisinal dan kontribusi ilmiah lainnya yang mencakup, tetapi tidak terbatas pada, bidang-bidang berikut.
1. Linguistik
Kajian mengenai struktur, fungsi, penggunaan, dan dimensi sosial bahasa, meliputi:
-
Linguistik teoretis dan deskriptif: fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, pragmatik, dan analisis wacana.
-
Sosiolinguistik dan antropologi linguistik: variasi bahasa, multilingualisme, kontak bahasa, identitas linguistik, sikap bahasa, dan ideologi bahasa.
-
Linguistik terapan: pemerolehan bahasa, pembelajaran bahasa, asesmen bahasa, serta penggunaan bahasa dalam konteks pendidikan dan profesional.
-
Pragmatik dan interaksi: tindak tutur, kesantunan, ketidaksantunan, komunikasi interpersonal, dan pemaknaan interaksional.
-
Analisis wacana kritis: bahasa, ideologi, kekuasaan, representasi, identitas, dan ketimpangan sosial.
-
Linguistik korpus dan komputasional: penelitian berbasis korpus, pemrosesan bahasa alami, dan pendekatan komputasional dalam analisis bahasa.
-
Bahasa dan komunikasi digital: praktik berbahasa di media sosial, platform digital, komunikasi bermediasi komputer, dan interaksi berbasis teknologi.
-
Bahasa, masyarakat, dan kebijakan: perencanaan bahasa, kebijakan bahasa, pemertahanan bahasa, revitalisasi bahasa, dan hak-hak linguistik.
-
Psikolinguistik dan linguistik kognitif: pemrosesan bahasa, kognisi linguistik, serta hubungan bahasa dan pikiran.
2. Kajian Sastra
Kajian mengenai teks, tradisi, bentuk, dan praktik kesastraan dengan memperhatikan dimensi estetis, naratif, historis, ideologis, dan sosial-budayanya, meliputi:
-
Teori dan kritik sastra: formalisme, strukturalisme, pascastrukturalisme, naratologi, semiotika, hermeneutika, dan pendekatan kritis kontemporer.
-
Sastra bandingan dan sastra dunia: sirkulasi sastra, penerjemahan, relasi kesastraan transnasional, serta produksi dan resepsi sastra global.
-
Sastra poskolonial dan dekolonial: wacana kolonial, hibriditas budaya, identitas, resistensi, dan politik representasi.
-
Kajian sastra feminis dan gender: subjektivitas gender, narasi feminis, seksualitas, tubuh, serta representasi perempuan dan identitas marginal.
-
Sastra digital dan media: sastra elektronik, narasi interaktif, fiksi berbasis platform digital, penceritaan digital, dan transformasi praktik kesastraan melalui teknologi.
-
Sastra, memori, dan trauma: memori kolektif, postmemory, trauma historis, kesaksian, dan representasi naratif atas kekerasan.
-
Sastra, ekologi, dan posthumanisme: relasi manusia dan nonmanusia, humaniora lingkungan, ekokritik, kajian hewan, dan transformasi subjektivitas melalui teknologi.
-
Sastra dan ideologi: kelas, kekuasaan, wacana politik, ketimpangan sosial, dan fungsi ideologis representasi sastra.
-
Sejarah dan tradisi kesastraan: gerakan sastra, puitika historis, sastra lisan, folklor, dan transmisi tradisi kesastraan.
-
Resepsi dan adaptasi sastra: pembaca, komunitas sastra, intermedialitas, adaptasi, serta sirkulasi karya sastra lintasmedia dan lintasbudaya.
3. Kajian Budaya
Kajian mengenai kebudayaan sebagai ranah pemaknaan, representasi, praktik sosial, dan kontestasi, khususnya dalam kaitannya dengan produksi budaya, kekuasaan, identitas, dan perubahan sosial, meliputi:
-
Representasi dan identitas budaya: etnisitas, gender, kelas, agama, kebangsaan, serta konstruksi identitas individual dan kolektif.
-
Budaya populer dan kajian media: narasi populer, film, televisi, media digital, konsumsi budaya, dan representasi media.
-
Kajian budaya kritis dan poskolonial: kolonialitas, dekolonisasi, hegemoni budaya, resistensi, dan politik representasi budaya.
-
Bahasa, sastra, dan produksi budaya: makna budaya dalam praktik kebahasaan, karya sastra, pertunjukan, dan ekspresi artistik.
-
Budaya digital dan teknologi: identitas digital, budaya platform, mediasi algoritmik, kecerdasan buatan, dan transformasi praktik budaya.
-
Warisan budaya dan memori: warisan budaya, memori kolektif, tradisi lisan, folklor, serta pelestarian dan transformasi pengetahuan budaya.
-
Globalisasi dan budaya transnasional: arus budaya, migrasi, hibriditas, diaspora, penerjemahan budaya, dan perjumpaan antarbudaya.
-
Kekuasaan, ideologi, dan kehidupan sehari-hari: hegemoni budaya, norma sosial, batas simbolik, serta negosiasi kekuasaan dalam praktik keseharian.
-
Pertunjukan dan budaya material: ritual, pertunjukan, praktik ketubuhan, objek material, dan produksi makna budaya.
-
Kajian ekokultural dan posthumanisme: imajinasi lingkungan, relasi multispecies, interaksi manusia dan teknologi, serta perubahan konsepsi tentang manusia dalam kebudayaan kontemporer.
Sapala Hata memprioritaskan naskah yang tidak berhenti pada deskripsi fenomena, tetapi menawarkan interpretasi kritis, pengembangan teoretis, inovasi metodologis, atau temuan berbasis bukti yang berkontribusi terhadap perkembangan bidang keilmuan terkait. Naskah harus merupakan karya ilmiah orisinal yang belum pernah dipublikasikan dan memenuhi standar ketelitian akademik, integritas penelitian, serta etika publikasi.








