KRITIK INTERSEKSIONAL ATAS REPRESENTASI MORAL DALAM TEKS FILM BUDI PEKERTI KARYA WREGAS BHANUTEJA
Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi moral perempuan dalam teks film Budi Pekerti yang dipengaruhi patriarki, kelas sosial, profesi guru, media digital, dan relasi kuasa; serta representasi moral perempuan, mekanisme pengawasan yang dibentuk institusi dan masyarakat, interseksi gender, kelas sosial, dan profesi guru yang menghasilkan ketidakadilan. Penelitian digunakan pendekatan kualitatif deskriptif berparadigma interpretatif dengan pendekatan objektif. Data berupa dialog, adegan, konflik, karakterisasi, dan unsur sinematik dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan menggunakan teori interseksionalitas Kimberlé Crenshaw, teori patriarki, moral sebagai konstruksi sosial serta teori pendidikan kritis. Hasil penelitian ditunjukkan bahwa norma patriarki direproduksi melalui prosedur kelembagaan yang mengawasi guru perempuan lebih ketat dibandingkan guru laki-laki. Kelas sosial memperbesar kerentanan Bu Prani karena tanggung jawab ekonomi membatasi ruang pilihan dan keberaniannya menghadapi stigma. Media digital mengubah tubuh, ekspresi, suara, dan emosi perempuan menjadi objek pengawasan publik melalui representasi terpotong. Film juga dibedakan peran guru perempuan sebagai simbol moral dan guru laki-laki sebagai pengelola institusi. Penelitian disimpulkan bahwa moralitas perempuan merupakan konstruksi interseksional yang dihasilkan patriarki, kelas sosial, profesi, media digital, dan relasi kuasa. Penelitian selanjutnya disarankan membandingkan film lain dan mengkaji respons penonton secara mendalam agar memperoleh pemahaman lebih komprehensif mengenai penerimaan sosial terhadap representasi tersebut.
Keywords: Budi Pekerti, Interseksionalitas, Kelas Sosial, Kimberlé Crenshaw, Moralitas, Patriarki
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 56
,
PDF Downloads: 66