Layanan Kesehatan Reproduksi Khitan Massal ke Peradaban: Pemberdayaan Masyarakat Tau Taa Wana untuk Ketahanan Kesehatan Kampung
DOI:
https://doi.org/10.26740/lintaskarsa.v2i2.74502Keywords:
kesehatan masyarakat, khitanan massal, metode ABCD, daerah 3T, pencegahan penyakitAbstract
Akses layanan kesehatan dasar di wilayah 3T seperti Gunung Tua, Morowali Utara, masih sangat terbatas—termasuk khitanan, prosedur preventif yang direkomendasikan WHO untuk menurunkan risiko infeksi saluran kemih, HPV, dan HIV. Praktik khitan tradisional tanpa protokol sterilisasi berpotensi menimbulkan komplikasi serius dan penularan infeksi. Pengabdian ini bertujuan memberikan layanan khitanan medis yang aman sekaligus meningkatkan literasi kesehatan reproduksi bagi remaja laki-laki di komunitas Tau Taa Wana. Menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), program memanfaatkan aset lokal: relawan kampung, bahan alam (bambu, daun sirih, mata air), serta kepercayaan terhadap nilai religius khitan. Kolaborasi strategis dengan dr. M. Iqbal Elmubarak, Sp.B., dan dukungan penuh dari Laznas Dewan dakwah bekerjasama dengan Garda Mualaf Indonesia sebagai mitra yang memadukan misi dakwah, pemberdayaan, dan pelayanan kesehatan berbasis nilai rahmah—memungkinkan pelaksanaan yang cepat, terjangkau, dan berkelanjutan. Sebanyak 200 anak laki-laki usia 5–15 tahun dikhitan dalam tiga hari dengan penggunaan klamp modern (Plastibell/Gomco), protokol pencegahan infeksi ketat, dan tanpa komplikasi klinis. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan higiene pasca-khitan, penguatan sistem respons kesehatan kampung melalui protokol lokal terdokumentasi, serta penerimaan masyarakat terhadap integrasi nilai agama (ḥifẓ al-nafs dalam maqāṣid al-sharī‘ah) dan prinsip kesehatan ilmiah. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi berbasis komunitas, yang dimotori oleh kekuatan internal dan didukung oleh lembaga filantropi berbasis nilai seperti Laznas Dewan dakwah bekerjasama dengan Garda Mualaf Indonesia, mampu mewujudkan ketahanan kesehatan reproduksi secara holistik—bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga membangun peradaban sehat dari dalam.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0


