Analisis Kapasitas dan Peningkatan Operasional Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Betoyoguci melalui Penguatan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di Kabupaten Gresik
DOI:
https://doi.org/10.26740/lintaskarsa.v2i2.77824Keywords:
IPLT Betoyoguci, LLTT, tangki septikAbstract
Kabupaten Gresik memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Betoyoguci berkapasitas 45 m³/hari yang mendukung pencapaian layanan sanitasi dan mulai menerapkan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) pada 2019. Namun, rendahnya kemauan dan kemampuan masyarakat dalam penyedotan tangki septik mengakibatkan debit yang masuk hanya 5,07 m³/hari. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) menggunakan metode survei dan wawancara serta data instansi terkait. Hasil menunjukkan produksi lumpur tinja sebesar 0,25 L/orang/hari akibat interval penyedotan yang panjang dan kondisi tangki yang tidak kedap. Tingkat pelayanan IPLT baru mencapai 11% dari kapasitas desain dan 6% cakupan pelayanan, serta hanya mampu melayani 19% tangki septik di wilayahnya. Optimalisasi kapasitas dapat dicapai melalui peningkatan pelaksanaan LLTT, penambahan 500 pelanggan per tahun, serta peningkatan sarana penyedotan dari 2 unit menjadi 5 unit melalui kerja sama dengan pihak swasta. Hasil ini menunjukkan pentingnya penguatan implementasi LLTT untuk meningkatkan kinerja layanan IPLT.
Kata kunci: IPLT Betoyoguci, LLTT, tangki septik
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 17
,
PDF Downloads: 2


