PELAYANAN PRIMA MELALUI PROGRAM INSTAGRAM (INSTALASI GAWAT DARURAT MODERN) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ISKAK KABUPATEN TULUNGAGUNG

  • FAJAR FIRDAUS
  • MEIRINAWATI

Abstract

Abstrak

Rumah sakit tidak hanya menampung orang sakit saja melainkan harus lebih memperhatikan aspek kepuasan bagi para pemakai jasanya, serta diharapkan senantiasa memperhatikan fungsi sosial dalam memberikan pelayanan kesehatan secara prima pada masyarakat. Beberapa masalah kesehatan yang kerap kali terjadi seiring dengan kurang tanggapnya pelayanan kesehatan khususnya di wilayah Tulungagung dan sekitarnya seperti halnya tentang tingginya angka kematian kurang dari 24 jam (masa kritis), kerancuan pemilahan tingkat kegawatan, banyak komplain masyarakat atas keterlambatan pelayanan kegawatdaruratan, dan belum memiliki dokter spesialis emergency serta perawat terlatih dalam bidang kegawatdaruratan. Untuk dapat memberikan inovasi pelayanan kesehatan yang prima untuk masyarakat dan untuk menjawab masalah-masalah yang ada, RSUD Dr. Iskak merupakan satu-satunya rumah sakit milik pemerintah Kabupaten Tulungagung dengan tipe B ini telah meluncurkan program Instagram (instalasi gawat darurat modern) yang berhasil masuk dalam TOP 35 gelar inovasi pelayanan publik tingkat nasional 2016. Berdasarkan hal tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelayanan prima melalui program instagram (instalasi gawat darurat modern) di RSUD Dr. Iskak Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di RSUD Dr. Iskak Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan teori Daryanto dan Setyobudi (2014:117) tentang konsep A4 pelayanan prima yang meliputi 1)Attitude (sikap), 2)Attention (perhatian), 3)Action (tindakan), dan 4)Anticipation (antisipasi). Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Aktivitas dalam analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan prima melalui program Instagram di RSUD Dr. Iskak Kabupaten sudah berjalan dengan baik walaupun secara umum target belum tercapai. Dalam hal ini, sarana dan prasarana dalam mendukung pelayanan prima belum sepenuhnya memadai. Adapun hambatan dalam pelayanan prima melalui program Instagram di RSUD Dr. Iskak kabupaten Tulungagung adalah kurangnya dokter spesialis, ruang yellow zone yang terbatas dalam menampung pasien, dan beberapa alat penunjang medis yang terkadang tidak beroperasi. Saran kepada RSUD Dr. Iskak Kabupaten Tulungagung agar menambah dokter spesialis, memperhatikan manajemen ruang untuk pasien khususnya pasien yellow zone, dan menambah alat penunjang medis.

Kata Kunci: Pelayanan, Publik, Prima, Instagram

Abstract

Government efforts to improve the health status and quality of health services are marked by the establishment of hospitals. Some health problems that often occur along with the lack of responsiveness of health services, especially in the Tulungagung and surrounding areas, as well as the high mortality rate of less than 24 hours (critical period), ambiguity in the level of emergency, many community complaints over the delay in emergency services, and do not have emergency specialist doctors and trained nurses in the field of emergency. To be able to provide excellent health care innovations for the community and to answer existing problems, Dr. Iskak is the only hospital owned by the type B district of Tulungagung that has launched the Instagram program (modern emergency installation) which successfully entered the TOP 35 title of the 2016 national level public service innovation. Based on this, the formulation of the problem in this study is how excellent service through the Instagram program (modern emergency installation) at Dr. Hospital Iskak, Tulungagung Regency. This study uses a type of descriptive research using a qualitative approach. The location of the study at the RSUD Dr. Iskak, Tulungagung Regency. This study uses the theory of Daryanto and Setyobudi (2014: 117) about the concept of A4 excellent service which includes 1) Attitude (attitude), 2) Attention (attention), 3) Action (action), and 4) Anticipation (anticipation). Data sources consist of primary data and secondary data collected by data collection techniques through interviews, direct observation, and documentation. Activities in data analysis consist of data collection, data reduction, data presentation, and verification. The results showed that excellent service through the Instagram program at Dr. Iskak Regency has been running well even though in general the target has not been achieved. In this case, the facilities and infrastructure in supporting excellent service have not been fully adequate. As for obstacles in excellent services through the instagram program (modern emergency installation) at the Dr. Iskak regional general hospital Tulungagung District is a lack of specialist doctors, the yellow zone space is limited to accommodating patients, and some medical support devices are sometimes inoperative. Suggestion to Dr. Hospital Iskak, Tulungagung District, in order to add specialist doctors, pay attention to space management for patients, especially patients with yellow zones, and add medical support devices.

Keywords: Service, Public, Excellent, Instagram






Published
2019-06-28
Section
Articles
Abstract View: 194
PDF Download: 305