IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PRODAMAS) PLUS PADA BIDANG EKONOMI DI KELURAHAN BANGSAL KOTA KEDIRI (STUDI PADA KOPERASI SEHAT SEJAHTERA ERWE 2 BANGSAL)

  • Gebriel Irene Yulistya S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya
  • Tjitjik Rahaju S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya
Keywords: Implementation, Prodamas, Cooperative

Abstract

Pemberdayaan masyarakat adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan. Pemerintah Kota Kediri melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) Plus melaksanakan kebijakan ditiap kelurahan yang diarahkan untuk mencapai tujuan sebagaimana yang dimaksud, termasuk di Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren. masyarakat melaksanakan Prodamas Plus bidang ekonomi dalam modal dana hibah Koperasi RW, Taman BUTORANTAS dan pelatihan. Salah satu kegiatan bidang ekonomi di Kelurahan adalah dengan memberikan modal hibah pada koperasi RW. Koperasi Sehat Sejahtera ERWE 2 Bangsal adalah satu-satunya Koperasi RW aktif dari 2017 hingga sekarang di Kelurahan Bangsal yang berhasil mendapatkan modal dana hibah Prodamas Plus Tahun 2021 dengan melaksanakan usaha simpan pinjam. Penelitian ini berfokus pada implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) Plus, sebagai sebuah program yang dilaksanakan Pemerintah Kediri sejak 2021. Program ini juga sebagai tindak lanjut Prodamas yang telah dikembangkan sejak 2015. Bidang ekonomi yang dikembangkan pada Koperasi Sehat Sejahtera menjadi sub focus dalam penelitian ini. Teori implementasi kebijakan bottom up menurut Elmore, Lipsky, Hjern, dan O’Porter dalam (Tahir 2011:136) digunakan sebagai dasar untuk analisis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi pada Koperasi Sehat Sehat Sejahtera ERWE 2 Bangsal terdapat jaringan aktor, yaitu Pemerintah Kota Kediri, Kelurahan Bangsal, Ketua RW, Ketua RT dilakukan oleh jajaran pengurus dan anggota koperasi. Sinergi dengan Dinas Koperasi dan UMTK juga dilakukan untuk mengembangkan program yang salaam ini dilakukan di koperasi tersebut. Bentuk-bentuk kebijakan yang dihasilkan dalam pengelolaan koperasi dilaksanakan secara musyawarah sekaligus menunjukkan adanya prakarsa yang muncul adari anggota koperasi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Prodamas Plus memberikan dampak positif kepada anggota koperasi.

 

 

Community empowerment is one of the efforts to improve welfare. The City Government of Kediri through the Community Empowerment Program (Prodamas) Plus implements policies in each sub-district that are directed to achieve the intended goals, including in the Ward Village, Pesantren District. the community implements Prodamas Plus in the economic sector in capital from the RW Cooperative grant, Taman BUTORANTAS and training. One of the activities in the economic sector in the Kelurahan is to provide grant capital to RW cooperatives. The Sehat Sejahtera ERWE 2 Bangsal Cooperative is the only active RW Cooperative from 2017 until now in the Bangsal Village that has succeeded in obtaining Prodamas Plus grant capital for 2021 by carrying out a savings and loan business. This research focuses on the implementation of the Community Empowerment Program (Prodamas) Plus, as a program implemented by the Government of Kediri since 2021. This program is also a follow-up to Prodamas which has been developed since 2015. The economic sector developed in the Health and Welfare Cooperative is a sub focus in this research . Bottom up policy implementation theory according to Elmore, Lipsky, Hjern, and O'Porter in (Tahir 2011: 136) is used as a basis for analysis.

The results of the study show that economic development in the Cooperative has a network of actors, namely the City Government of Kediri, Ward Village, Head of RW, Head of RT, carried out by management and members of the cooperative. Synergy with the Office of Cooperatives and UMTK was also carried out to develop a program which is currently carried out in the cooperative. Policy forms that are produced in the management of cooperatives are carried out in deliberation while at the same time demonstrating initiatives that arise from cooperative members. The results of the study also show that Prodamas Plus has a positive impact on cooperative members.

References

Citra, A. (2021). Prodamas Kota Kediri “Kiblat” Program RT Pemkot Blitar - Peristiwa | RRI Surabaya |. RRI Surabaya. https://rri.co.id/surabaya/polhukam/peristiwa/1005857/prodamas-kota-kediri-kiblat-program-rt-pemkot- blitar?utm_source=terbaru_widget&utm_medium=int ernal_link&utm_campaign=General Campaign

Irrameimuna, A., & Tauran. (2016). PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM FASILITASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PRODAMAS) KELURAHAN BUJEL KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI (Studi
pada RT: 01 RW: 05 Kelurahan Bujel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri). Publika, 4(4).

Lestari, S. E., Suryono, A., & Domai, T. (2017). Implementasu Kebijakan Pengembangan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT) di Kabupaten Pacitan. Journal of Public Sector Innovation, 2(2), 11.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, (2014).

Suyanto, F. D. (2017). PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI USAHA EKONOMI PRODUKTIF OLEH BINA KELUARGA LANSIA (BKL) MUGI WARAS DI KABUPATEN SLEMAN. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran Dan Dakwah Pembangunan, 1(1). https://doi.org/10.14421/jpm.2017.011-10

Syamsuddin, R., & Fuady, M. I. N. (2020). Upaya Penguatan Badan Penelitian dan Pengembangan serta Inovasi Daerah di Kota Palopo. Jurnal Wawasan Yuridika, 4(1), 63.
https://doi.org/10.25072/jwy.v4i1.326

Tahir, A. (2011). Kebijakan Publik dan Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
Wartadinus. (2021). GILIRAN CAMAT, PEMKOT KEDIRI KEMBALI TERIMA KUNJUNGAN PEMKOT SAMARINDA - Wartadinus. Wartadinus. http://warta.dinus.ac.id/2021/02/25/giliran-camat-pemkot-kediri-kembali-terima-kunjungan-pemkot- samarinda/
Published
2023-01-13
Section
Articles
Abstract Views: 313
PDF Downloads: 354