PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN ECENG GONDOK DI KELURAHAN JAMBANGAN, KOTA SURABAYA

Authors

  • Nisa Aulia Marshanda S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya
  • Tjitjik Rahaju S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26740/publika.v12n1.p198-207

Keywords:

Pemberdayaan, Pengelolaan Enceng Gondok, Desa

Abstract

Penguatan wilayah lokal adalah pekerjaan untuk mendorong wilayah lokal untuk berpartisipasi secara efektif dan bebas dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penguatan kawasan lokal termasuk kawasan kota memberikan program aksi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengambil langkah yang tepat agar latihan yang dilakukan dapat berlanjut dan berdampak nyata pada lingkungan sekitar. Penelitian ini memiliki target untuk menggambarkan penguatan kawasan lokal melalui penanganan eceng gondok di Kota Jambangan Kota Surabaya. Pemeriksaan ini menggunakan jenis eksplorasi ekspresif dengan pendekatan teknik subyektif. Kajian ini berpusat pada hipotesis penguatan kawasan lokal oleh Ambar Teguh Sulistiyani (2004: 83) dimana dalam latihan penguatan kawasan terdapat tahapan-tahapan, khususnya Tahap Kesadaran dan Pengembangan, Tahap Perubahan, dan Tahap Peningkatan Kapasitas Keilmuan. Metode pemilahan informasi memanfaatkan pertemuan, persepsi, dan dokumentasi. Penyelidikan informasi diselesaikan dengan penurunan informasi, pertunjukan informasi dan berakhir. Hasil dari penyelidikan ini menemukan bahwa penguatan kawasan telah berjalan dengan baik dengan mengikutsertakan kawasan dalam penanganan eceng gondok yang dapat mempengaruhi gaya hidup tandan eceng gondok. Walaupun dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala-kendala seperti penataan kantor, yayasan, persiapan, surat menyurat dengan daerah setempat. Studi ini menunjukkan bahwa Kota Jambangan memiliki pilihan untuk fokus pada kebutuhan eceng gondok yang menangani pengumpulan lokal dan kerangka ekologis di kota Jambangan.

 

Local area strengthening is work to encourage local areas to participate effectively and freely in overcoming problems in everyday life. Strengthening local areas including urban areas provides an action program. Therefore, it is very important to take the right steps so that the exercises carried out can continue and have a real impact on the surrounding environment. This research has a target to describe the strengthening of local areas through the handling of water hyacinth in Jambangan City, Surabaya City. This examination uses a type of expressive exploration with a subjective technique approach. This study is centered on the hypothesis of local area strengthening by Ambar Teguh Sulistiyani (2004: 83) wherein the area strengthening exercise there are stages, particularly the Awareness and Development Stage, the Change Stage, and the Scientific Capacity Building Stage. Information sorting methods make use of encounters, perceptions, and documentation. Information inquiry ends with information drop, information show and ends. The results of this investigation found that area strengthening had gone well by involving the area in water hyacinth management which could affect the lifestyle of water hyacinth bunches. Although in practice there are still obstacles such as office arrangements, foundations, preparations, correspondence with the local area. This study shows that the City of Jambangan has the option to focus on the needs of water hyacinth addressing the local collection and ecological framework in the city of Jambangan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-03-29

Issue

Section

Articles
Abstract views: 37 , PDF Downloads: 11