MODIFIKASI PERENCANAAN GEDUNG KANTOR BNL PATERN SURABAYA MENGGUNAKAN METODE BALOK PRATEKAN DENGAN BERDASARKAN SNI 2847:2013

  • TONO SISWANTO
  • Mochamad Firmansyah

Abstract

Penggunaan beton pratekan untuk bangunan gedung bertingkat tinggi merupakan salah satu solusi yang efektif dan efisien dengan semakin sempit dan mahalnya harga lahan diperkotaan. Gedung kantor BNL Pattern, Surabaya dalam perencanaan awal akan dibangun 6 lantai dengan struktur beton konvensional. Namun dilakukan perencanaan ulang dengan modifikasi penggunaan balok pratekan pada semua lantai dengan tujuan menghilangkan kolom tengah untuk digunakan ruang multifungsi dan ruang fitness.

Analisis struktur   dilakukan dengan program SAP2000 dengan berbagai kombinasi pembebanan  yang dimodelkan struktur 3D (space frame) guna mendapatkan reaksi dan gaya dalam setiap elemen struktur.

Dimensi balok pratekan yang digunakan 35/50 cm (tipikal semua lantai) dengan bentang 11,7 m. Gaya prategang yang dibutuhkan 3.745.129 N dengan kehilangan gaya prategang sebesar 27,7%. Strand 30Ø12,7mm, tendon unit 5-31, angkur tipe ES 5-31 yang semuanya produk dari VSL berdasarkan ASTM A 416-06 Grade 270. Tulangan yang digunakan balok meliputi tulangan lentur tarik (As) 4D19, tekan (As’) 3D19, dan geser Ø10 - 50 pada tumpuan serta tulangan lentur tarik (As) 5D19, tekan (As’) 3D19, dan geser Ø10 - 100 pada lapangan. Sedangkan untuk tulangan pengekang pada zona pengangkuran Ø12 – 25.

Memodifikasi pelat lantai existing gedung kantor BNL Pattern, Surabaya dengan pelat lantai prategang lebih dianjurkan.

Kata kunci : beton, balok, prategang

Abstract

The use of prestressed concrete for high-rise buildings is one effective and efficient solution with increasingly narrow and expensive urban land prices. BNL Pattern office building, Surabaya in the initial planning will be built 6 floors with conventional concrete structure. However, it was re-planned with modification of the use of prestressed beams on all floors with the aim of eliminating the middle column for multifunction room and fitness room.

Structural analysis is done with SAP2000 program with various combinations of loading that are modeled by 3D structure (space frame) in order to get reaction and force in each structural element.

Prestressed beam dimensions used 35/50 cm (typical of all floors) with a span of 11.7 m. Prestressing force required 3,745,129 N with loss of prestress force of 27.7%. Strand 30Ø12,7mm, 5-31 unit tendon, ES type 5-31 anchors are all products of VSL based on ASTM A 416-06 Grade 270. The reinforced beam includes bending (As) 4D19 tensile bending, press (As') 3D19 , And shear the Ø10 - 50 on the support and tensile bending (As) 5D19, press (As') 3D19, and shear Ø10 - 100 on the field. As for the reinforcement bar in the Ø12 - 25 dump zone.

Modifying the existing floor plates of BNL Pattern office building, Surabaya with prestressed floor plates is recommended.

Keywords: concrete, beam, prestress

Published
2017-06-09
Abstract Views: 72
PDF Downloads: 286