PENGARUH SUHU PEMANASAN TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLYMER BERBAHAN DASAR ABU TERBANG DENGAN MOLARITAS 12 M DAN 14 M

  • RIFKY FARANDY PRAMUDITA

Abstract

Mengingat pembangunan di era globalisasi semakin berkembang dan kebutuhan akan bahan dan material konstruksi seperti semen juga ikut meningkat, maka bahan geopolymer muncul sebagai alternatif pengganti. Geopolymer didefinisikan sebagai campuran material yang terdiri dari agregat halus (pasir), Alkali Aktivator, bahan perekat (tanah liat, kapur, fly ash) dan air dengan komposisi tertentu. Namun pembuatan geopolymer memerlukan pemanasan suhu terbaik untuk menghasilkan kuat tekan maksimum.

Pada penelitian ini mortar geopolymer menggunakan konsentrasi molaritas 12 M dan 14 M, dan masing-masing konsentrasi molaritasnya mendapatkan perilaku suhu pemanasan ( Suhu ruang, 40ºC, 50ºC, 60ºC, dan 80ºC ) dengan lama pemanasan 6 jam. Hal ini bertujuan untuk mengetahui suhu terbaik dengan kuat tekan maksimum yang dihasilkan oleh mortar geopolymer. Metodologi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan tes uji kuat tekan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar suhu yang diberikan pada mortar geopolymer, maka nilai kuat tekan yang diperoleh akan meningkat. Selain itu, semakin lama usia pengujian dilakukan, maka semakin besar nilai kuat tekan yang diperoleh. Hal ini dibuktikan pada konsentrasi molaritas 12 M, 80ºC dengan lama pemanasan 6 jam serta usia pengujian 28 hari memiliki nilai kuat tekan 62,72 MPa. Sedangkan pada konsentrasi molaritas 14 M, 80ºC dengan lama pemanasan 6 jam serta usia pengujian 28 hari memiliki nilai kuat tekan 52,80 MPa.

Kata Kunci: Mortar geopolymer, suhu pemanasan, lama pemanasan, kuat tekan.

Abstract

Considering the development in the era of globalization is growing and need for construction materials such as cement also increased, then the material geopolymer emerged as an alternative replacement. Geopolymer is defined as a mixture of materials consisting of fine aggregate (sand), alkali activator, adhesive material (clay, lime, fly ash) and water with certain composition. However, the manufacture of geopolymer requires the best temperature heating to produce maximum compressive strength.

In this study mortar geopolymer using molarity concentration of 12 M and 14 M, and each molarity concentration get the behavior of heating temperature (room temperature, 40ºC, 50ºC, 60ºC, and 80ºC) with 6 hours heating time. It aims to find the best temperature with the maximum compressive strength produced by mortar geopolymer. The methodology used in this research to test the compressive strength.

The results show that the highest temperature given to mortar geopolymer, the value of compressive strength will increase. In addition, the longer the testing age is carried out, the greater the compressive strength value obtained. This is evidenced at molarity concentration of 12 M, 80ºC with 6 hours heating time and 28 day test age has a compressive value of 62.72 MPa. While at molarity concentration 14 M, 80ºC with 6 hours heating time and 28 day test age have strong value of press 52,80 MPa.

Keywords: Mortar geopolymer, temperature heating, old heating, compressive strength

Published
2017-07-17
Abstract Views: 59
PDF Downloads: 89