PENGARUH PENGGUNAAN STEEL SLAG 30% DAN PENAMBAHAN CACAHAN PLASTIK PET (POLYETHYLENE TEREPHTALATE) PADA BALOK BETON BERTULANG DENGAN RASIO TULANGAN MINIMUM TERHADAP KAPASITAS GESER – LENTUR

Penulis

  • Muhammad Titho Heryanto Mahasiswa

DOI:

https://doi.org/10.26740/rekats.v14n2.p352-362

Kata Kunci:

steel slag, cacahan plastik PET, balok beton bertulang, kapasitas geser–lentur, rasio tulangan minimum

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan steel slag (SS) sebagai substitusi agregat halus sebesar 30% dan penambahan cacahan plastik Polyethylene Terephthalate (PET) dengan kadar 0%, 0,4%, dan 0,6% terhadap kapasitas geser–lentur balok beton bertulang dengan rasio tulangan minimum. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan benda uji balok beton bertulang berukuran 5 × 10 × 110 cm serta benda uji silinder untuk pengujian kuat tekan beton. Perancangan campuran beton mengacu pada SNI 03-2834-2000 dengan kuat tekan rencana 22,5 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa substitusi steel slag 30% menurunkan kuat tekan beton dibandingkan beton normal, namun penambahan cacahan PET mampu meningkatkan kembali kinerja mekanik beton dan kapasitas struktural balok. Kombinasi SS 30% dengan penambahan PET 0,4% memberikan hasil paling optimal, ditunjukkan oleh kapasitas geser–lentur dan beban ultimate tertinggi dibandingkan seluruh variasi lainnya. Penambahan PET hingga 0,6% tidak selalu meningkatkan kapasitas balok dan pada beberapa kondisi justru menurunkan performa akibat berkurangnya homogenitas campuran. Pola retak yang terbentuk menunjukkan retak lentur awal pada zona tarik yang berkembang menjadi retak tarik diagonal sebagai lanjutan retak lentur, hingga menyebabkan keruntuhan geser–lentur secara tiba-tiba, sesuai dengan mekanisme kegagalan balok beton bertulang yang dijelaskan oleh Nawy (2009) serta Wang dan Salmon (1993). Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi steel slag dan cacahan plastik PET berpotensi sebagai material alternatif ramah lingkungan pada balok beton bertulang.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

ACI 318-19. (2019). ACI 318-19. In American Concrete Institute (p. 623).

Gaol, T. A. L., & Karolina, R. (2015). Perbandingan Pengaruh Penggunaan Steel Slag Lentur pada Beton Bertulang dengan Beton Normal (Studi Eksperimental). Teknik Sipil USU, 1–7.

Nawy, E. G. (2009). Prestressed Concrete, A Fundamental Approach.

SNI 03-2834-2000. (2000). SNI 03-2834-2000: Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. In Badan Standardisasi Nasional (pp. 1–34).

SNI 2847-2019. (2019). Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. In Badan Standardisasi Nasional (p. 695).

Wang, C.-K., & Salmon, C. G. (1993). Desain Beton Bertulang (4th ed.). Erlangga.

Widiarini, M. R. (2023). PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PLASTIK BOTOL AIR MINERAL TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK DAN KUAT LENTUR BETON (THE EFFECT OF ADDING MINERAL WATER PLASTIC WASTE ON THE COMPRESSIVE STRENGTH, TENSILE STRENGTH, AND FLEXURAL STRENGTH OF CONCRETE). UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA.

Diterbitkan

2026-07-01

Terbitan

Bagian

Articles
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0