PENGARUH PENGGUNAAN SUBTITUSI STEEL SLAG 30% DAN PLASTIK PET (POLYETHYLENE TEREPHTHALATE) UKURAN 30 CM X 1 CM PADA BALOK BETON BERTULANG DENGAN RASIO TULANGAN MINIMUM TERHADAP KAPASITAS GESER - LENTUR
DOI:
https://doi.org/10.26740/rekats.v14n2.p363-371Kata Kunci:
Geser – lentur, Steel Slag, Plastik PET, Kapasitas Lentur, Pola RetakAbstrak
Beton merupakan material yang sering digunakan dalam pembangunan proyek konstruksi. Beton sering dipadukan dengan material baja. Beton memiliki sifat kuat terhadap tekan dan baja memiliki sifat kuat terhadap tarik. Namun, beton bertulang terdiri dari bahan yang tidak terbaharui. Sehingga diperlukan material pengganti untuk bahan penyusun beton. Pada penelitian ini menggunakan subttusi steel slag pada agregat halus dan plastik PET (Polyethelene Terephthalate) sebagai perkuatan beton. Benda uji menggunakan silinder beton untuk kontrol kuat tekan dan balok beton untuk pengujian kuat geser – lentur. Silinder berdimensi diameter 10 cm dan tinggi 20 cm, sedangkan balok memiliki ukuran 110 cm x 5 cm x 10 cm. Metode pegujian balok menggunakan pembebanan dua titik dan memiliki rasio a/d 2,98. Hasil pengujian menunjukkan kuat geser terbesar bernilai 2,748 kN. Momen lentur terbesar bernilai 71,487 kg.m. Tegangan lentur terbesar bernilai 22,692 MPa. Beban ulitimit (Pu) bernilai 560,534 kg. Lendutan (Δ) rata – rata terbesar mencapai 9,850 mm. Nilai daktilitas balok terbesar mencapai 2,059 yang termasuk daktilitas menengah. Keseluruhan balok mengalami retakan awal lentur di daerah tarik lalu retakan merambat menuju daerah tekan dan mengalami keruntuhan di daerah tarik. Berdasar pola retakan tersebut menunjukkan pola retak geser – lentur.
Kata kunci: Geser – lentur, Steel Slag, Plastik PET, Kapasitas Lentur, Pola Retak
Unduhan
Referensi
Ahmad. (2017). Pengaruh Penambahan Serat Plastik PET (Polyethylene Terephthalate) Pada Beton Normal Terhadap Kuat Lentur. In Digital Repository Universitas Jember.
American Concrete Institute. (2019). ACI 318M-19: Building Code Requirements for Concrete and Commentary (pp. 1–628).
Arshana, I. M. A., & Sabariman, B. (2025). Studi Eksperimental Penggunaan Beton Instan Terhadap Daktilitas Balok Geser Usia 21 Hari Dan 28 Hari. INTER TECH, 3(2), 125–136. https://doi.org/10.54732/i.v3i2.1664
Badan Standarisasi Nasional. (2019). SNI 2847:2019: Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan. In Standar Nasional Indonesia (Issue 8, p. 720).
FEMA 356 / November 2000 PRESTANDARD AND COMMENTARY FOR THE SEISMIC REHABILITATION OF BUILDINGS. (2000).
Gaol, T. A. L., & Karolina, R. (2015). Perbandingan Pengaruh Penggunaan Steel Slag Lentur pada Beton Bertulang dengan Beton Normal (Studi Eksperimental). Teknik Sipil USU, 1–7.
Modesta, E., & Zaidir. (2019). Pengaruh Penggunaan Botol PLastik Polyethylene Terephthalate (PET) Sebagai Tambahan Serat Terhadap Kekuatan Beton. ACE Conference, 267–274.
Nawy, E. G. (2005). Reinforced Concrete a Fundamental Approach Fifth Edition ACI 318-05 Code Edition.
Nurlina, S., Suseno, H., Hidayat, M. T., & Pratama, I. M. Y. (2016). Perbandingan Daktilitas Balok Beton Bertulang dengan Menggunakan Perkuatan CRFP dan GFRP. REKAYASA SIPIL, 10, 62–69.
Pandiangan, J., & Karolina, R. (2017). Pengaruh Penggunaan Steel Slag Sebagai Agregat Kasar Terhadap Kuat Tekan dan Lentur Pada Beton Bertulang Dibandingkan Dengan Beton Normal. Teknik Sipil USU, 6, 1–7.
Wang, C.-K., & G. Salmon, C. (1993). Desain Beton Bertulang. Erlangga.
Wikana, I., & Telaumbanua, F. W. (2025). Tinjauan Eksperimental Kuat Lentur Kusen Beton Dan Kusen Kayu. Jurnal Teknik Sipil Ukrim, 2(1), 113–119. https://doi.org/10.61179/jtsukrim.v2i1.723
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rekayasa Teknik Sipil

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0
