PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS DENGAN JUDUL “AKU DAN KUCING” SEBAGAI BENTUK RESPON KEKERASAN PADA KUCING

Authors

  • Rusdhevy Evi Universitas Negeri Surabaya
  • Wening Hesti Nawa Ruci Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Secara filosofi, kucing dianggap sebagai simbol dari beberapa konsep di kehidupan. Karena sifatnya yang tenang banyak budaya seperti mesir kuno menganggap kucing sebagai penjaga portal. Pada zaman Mesir Kuno, kucing juga sangat dihargai karena kemampuannya dalam membasmi tikus dan hama yang bisa merusak persediaan makanan. Sebagai dewi berkepala kucing, Bastet melambangkan energi feminin yang lembut dan melindungi rumah tangga serta anak-anak. Kucing juga dianggap suci dalam agama Mesir, dan sering kali dipelihara di rumah-rumah sebagai bentuk penghormatan terhadap Bastet. Kondisi Kekerasan Kucing di Era Modern sayangnya, meskipun kucing dulu dipuja dan dihormati di banyak budaya, pada era modern ini, kekerasan terhadap kucing menjadi masalah yang signifikan di banyak tempat di seluruh dunia. Dengan adanya kasus ini perupa menghasilkan karya seni lukis sebagai dukungan terhadap kucing.

 

Kata kunci: Filosofi Kucing, Zaman Mesir kuno, Kekerasan kucing

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-07-01

How to Cite

Evi, R., & Hesti Nawa Ruci, W. (2026). PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS DENGAN JUDUL “AKU DAN KUCING” SEBAGAI BENTUK RESPON KEKERASAN PADA KUCING. SAKALA JURNAL SENI RUPA MURNI, 7(2), 81–89. Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/80240
Abstract views: 2 , PDF Downloads: 4