MAKNA SIMBOLIK PENCULIKAN SINTA PADA KISAH WAYANG RAMAYANA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA BATIK LUKIS

Authors

  • salsabila Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Ramayana merupakan epos besar yang identik dengan tokoh-tokoh pewayangan. Adegan penculikan Sinta, merupakan konflik antara dharma yang merepresentasikan keteguhan hati serta kesetiaan, dan adharma merupakan angkara murka, nafsu yang tak kendali. Tujuan dari penciptaan ini adalah merekonstruksi atau menginterpretasikan makna simbolik serta nilai-nilai moral dan filosofis yang terkandung dibalik narasi dan alur cerita dalam bentuk karya batik lukis. Penciptaan ini juga mempunyai manfaat bagi masyarakat sebagai media pengetahuan dan bentuk apresiasi pada nilai luhur kisah Ramayana. Proses penciptaan meliputi tahap persiapan, pengimajinasian, pengembangan ide melalui sketsa, hingga tahap pengerjaan karya. Hasil penciptaan ini berupa lima karya batik Lukis yang memvisualisasikan peristiwa penculikan Sinta beserta konflik yang menyertainya melalui pendekatan simbolik. Karya-karya tersebut menunjukkan bahwa batik Lukis dapat menjadi media untuk menginterpretasikan nilai-nilai moral dan filosofis dalam epos Ramayana sekaligus memperkuat apresiasi terhadap warisan budaya. 

Kata Kunci : Ramayana, Penculikan Sinta, Makna Simbolik, Batik Lukis.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-07-05

How to Cite

salsabila. (2026). MAKNA SIMBOLIK PENCULIKAN SINTA PADA KISAH WAYANG RAMAYANA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA BATIK LUKIS. SAKALA JURNAL SENI RUPA MURNI, 7(2), 103–111. Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/80409
Abstract views: 3 , PDF Downloads: 3