MAKNA SIMBOLIK PENCULIKAN SINTA PADA KISAH WAYANG RAMAYANA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA BATIK LUKIS
Abstract
Ramayana merupakan epos besar yang identik dengan tokoh-tokoh pewayangan. Adegan penculikan Sinta, merupakan konflik antara dharma yang merepresentasikan keteguhan hati serta kesetiaan, dan adharma merupakan angkara murka, nafsu yang tak kendali. Tujuan dari penciptaan ini adalah merekonstruksi atau menginterpretasikan makna simbolik serta nilai-nilai moral dan filosofis yang terkandung dibalik narasi dan alur cerita dalam bentuk karya batik lukis. Penciptaan ini juga mempunyai manfaat bagi masyarakat sebagai media pengetahuan dan bentuk apresiasi pada nilai luhur kisah Ramayana. Proses penciptaan meliputi tahap persiapan, pengimajinasian, pengembangan ide melalui sketsa, hingga tahap pengerjaan karya. Hasil penciptaan ini berupa lima karya batik Lukis yang memvisualisasikan peristiwa penculikan Sinta beserta konflik yang menyertainya melalui pendekatan simbolik. Karya-karya tersebut menunjukkan bahwa batik Lukis dapat menjadi media untuk menginterpretasikan nilai-nilai moral dan filosofis dalam epos Ramayana sekaligus memperkuat apresiasi terhadap warisan budaya.
Kata Kunci : Ramayana, Penculikan Sinta, Makna Simbolik, Batik Lukis.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 3
,
PDF Downloads: 3