PENCIPTAAN KARYA SENI BERBASIS KAIN THRIFT, SEBAGAI REPRESENTASI BUDAYA OVERCONSUMPTION FASHION
Abstract
Penelitian penciptaan ini berangkat dari kegelisahan perupa terhadap fenomena overconsumption fashion yang berkembang di masyarakat modern, termasuk pergeseran makna budaya thrifting dari alternatif konsumsi berkelanjutan menjadi bagian dari pola konsumsi berlebihan yang berdampak pada meningkatnya limbah tekstil dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan menciptakan karya mixed media berbasis kain thrift sebagai media kritik sosial sekaligus refleksi atas budaya konsumsi fashion yang berlebihan. Metode yang digunakan adalah Practice-led Research, yang menempatkan praktik berkarya sebagai sumber utama pengetahuan artistik, meliputi eksplorasi gagasan dan material, pengembangan konsep visual, penyusunan sketsa, pemilihan teknik, hingga perwujudan karya. Tantangan utama muncul dari perbedaan jenis, tekstur, ketebalan, dan daya serap warna setiap potongan kain, yang diatasi melalui seleksi material serta penerapan teknik patchwork, sashiko, dan stencil sesuai karakter kain. Hasil penelitian berupa lima karya seni serat dua dimensi berjudul Urban Second, Second Invasion, Butterfly Effect, Pola Pikir, dan Seacond, yang merepresentasikan dampak budaya overconsumption fashion terhadap lingkungan dan kehidupan sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan kain thrift dalam seni serat memiliki potensi estetis sekaligus menjadi media kritik yang mendorong kesadaran akan konsumsi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Thrifting, Mixed Media, Overconsumption Fashion, Practice-led Research.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 2
,
PDF Downloads: 2