UNGKAPAN PERJUANGAN SUBALI PADA KARYA TARI “SUBALI GAMAJAYANTI” MELALUI BENTUK MULTIMEDIA DALAM TARI DRAMATIK
Kata Kunci:
Karya Tari, Subali Gamajayanti, Perjuangan, Tari Dramatik, MultimediaAbstrak
Karya tari “Subali Gamajayanti” mengadopsi cerita pewayangan lakon Subali dalam Epos Ramayana yang digambarkan sebagai penguasa dan kakak yang teguh dalam menjaga kehormatan keluarga dan tanah airnya. Penyajian karya ini mengeksplorasikan tari dramatik, dengan menggabungkan konsep kolaborasi antara tari dan wayang untuk memperkuat narasi, tingkat dramatis dan suasana di setiap adegan. Penciptaan karya tari "Subali Gamajayanti" mengusung metode konstruksi I Jacqueline Smith dengan pendekatan konstruksi 1, mulai dari rangsangan awal, eksplorasi, improvisasi, evaluasi dan penghalusan. Selain proses penciptaan karya ini juga tidak lepas dari unsur pendukung terkait dengan penggunaan multimedia, iringan tari, tata rias, busana, properti, tata dekorasi panggung hingga Lighting. Hasilnya, karya tari ini terinspirasi dari visual dan naratif wayang kulit lakon Subali dalam epos Ramayana, menggunakan metode konstruksi I dengan desain dramatik kerucut ganda Jacqueline Smith. Gerak tari mengadopsi gaya Mataraman dan karakteristik putra gagah, dengan 3 penari dan 26 ragam gerak selama 9.30 menit. Karya ini menyampaikan pesan tentang perjuangan, solidaritas, dan keberanian dalam menghadapi tantangan yang mengancam negara. Secara keseluruhan, karya ini menghadirkan keragaman visual, audio, naratif, dan artistik, yang diharapkan dapat menginspirasi penonton untuk merenungkan nilai-nilai penting perjuangan dalam kehidupan.
Unduhan
Referensi
George R. Kernodle (1967). Invitation to the Theatre. Harcourt: Brace & World Inc.
Hadi, Sumandiyo. 2014. Choreography Form, Technique, Content. Yogyakarta: Cipta Media.
Harymawan, RMA. 1988. Dramaturgy. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya
Hidayat, R. 2013. Choreographic Creativity. Malang: Surya Pena Gemilang.
Indrayuda. 2009. Application of Relevant Approaches and Methods in Learning Dance at SMP Negeri 5 Solok City. Composition: Journal of Language and Arts, 10(2), 111-118.
Jazuli, M. 1994. Theoretical Review of Dance. Semarang: IKIP Semarang Press.
Kayam, Umar. 1981. The Art of Community Tradition. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Kussudiardja, Bagong. 1981. About Dance. Yogyakarta: CV Nur Cahaya.
Meri, La. 1986. Basic Elements of Dance Composition. Yogyakarta: Legaligo.
Miroto, Martinus. 2022. Dance Dramaturgy. Yogyakarta. Yogyakarta Content Publishing Agency.
Murgiyanto, Sal. (1983). The Art of Staging Dance. Jakarta: Arts Council.
Nurgiyantoro, Burhan. 2019. The Wayang Story in Modern Indonesian Fictions (Reviews on Mangunwijaya and Sindhunata's Novels). Litera Journal, 18(20), 167-184.
Padmordamaya, Pramana. 1988. Stage Management and Techniques. Jakarta: Balai Pustaka.
Rajagopalachari, C. 2020. Mahabharata Ramayana. Yogyakarta: Ircisod.
Sedyawati, Edi. 1984. Dance from various perspectives. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.
Sedyawati, Edi, 1982. The Growth of Performing Arts. Jakarta: Sinar Harapan.
Slamet & MD, Kayomo. 2024. Cakil Mataraman Led Research. Sitakara Journal, 9(1), 1-11.
Smith, J. 1985. Dance Composition A Practical Guide for Teachers. Yogyakarta: Ikalasti Yogyakarta.
Smith, Jacqueline. 1985. Dance Composition A Practical Guide for Teachers. Yogyakarta: Ikalasti.
Soedarsono, M, R, 1977. The Existence of Indonesian Performing Arts. Yogyakarta.
Soedarsono, R, M. 2001. Research Methodology for Performing and Fine Arts. Bandung: MSPI & kuBuku Press.
Sudjarwo, Heru S., Sumari & Wiyono, Undung Wiyono. 2010. The Form and Character of Wayang Purwa. Jakarta: Kaki Langit Kencana.
Supriyono. 2012. Stage Makeup. Malang: Bayumedia Publishing Member of IKPI.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Priyo Bekti Asmoro Aji, Dra. Jajuk Dwi Sasanadjati, M.Hum. Dwi Sasanadjati, M.Hum.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Abstract views: 56
,
PDF Downloads: 81
