Efforts in Performing Masculine Movement Characteristics in the Jathil Dance of Reyog Ponorogo, Bantarangin Version

Penulis

  • Yusnia Regina Aprilia Putri Yusnia Universitas Negeri Surabaya
  • Retnayu Prasetyanti Sekti

Kata Kunci:

jathil dance, movement technique, masculine character

Abstrak

Penelitian ini mengkaji karakter gerakan maskulin tari Jathil dalam versi Bantarangin Reyog Ponorogo yang dibawakan oleh penari perempuan. Penelitian ini berlandaskan pada transformasi karakteristik gerakan Jathil, dari representasi gemblak sebelumnya menjadi citra seorang pejuang yang kuat dan tegas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik pelaksanaan gerakan dalam tari Jathil dan mengidentifikasi karakter gerakan maskulin yang terbentuk dalam konteks pertunjukan Reyog versi Bantarangin. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Subjek penelitian meliputi koreografer, seniman Reyog, dan praktisi budaya di Kabupaten Ponorogo. Temuan menunjukkan bahwa karakter gerakan maskulin dibangun melalui penggunaan energi yang kuat, tempo cepat, kontrol spasial, dan postur tubuh yang konsisten. Pengkondisian fisik selama proses pelatihan memainkan peran penting dalam mengembangkan kekuatan fisik dan ketepatan gerakan. Secara keseluruhan, karakter maskulin tarian Jathil dalam versi Bantarangin mewakili performativitas tubuh penari wanita, menegaskan nilai-nilai keberanian, ketahanan, dan semangat pejuang dalam tradisi seni pertunjukan Reyog Ponorogo.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Fazriah, S. S., Nugraheni, T., & Supriatna, A. (2023). Pengaruh Olah Tubuh Dalam Meningkatkan Kualitas Gerak. Ringkang : Kajian Seni Tari Dan Pendidikan Seni Tari, 3(03), 427–436. https://doi.org/10.17509/ringkang.v3i03.48560

Sudikan, Setya Yuwana. (2003). Ponorogo Dalam Panggung Sejarah Nasional. Surabaya : Citra Wacana

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta

Soedarsono. (1979) . Pengantar Pengetahuan Dan Komposisi Tari. Yogyakarta: Akademia Seni Tari Indonesia

Soemarto. (2014). Menelusuri Perjalanan Reyog Ponrogo. Ponorogo : CV. Kotareog Media

Idha, A., Aminah, A., Diah, H., Laila, S., & Indrastuti, Y. (2022). Sejarah dan filosofi reog ponorogo versi bantarangin. 5, 72–79.

Shakira, A., Kadir, E., & M, A. M. (2025). Maskulinitas Gerak Tubuh Penari Perempuan Dalam Seni Pertunjukan Tari Minangkabau Di Jurusan Tari Institut Seni Indonesia Padang Panjang. 9, 21530–21537.

Tari, J. S., & Pertunjukan, F. S. (n.d.). Fenomena penari crossgender dalam grup reog sardulo nareshwari. 212, 205–214.

Wahyu Wiranata, A. D., & Nurcahyo, A. (2018). Peranan Gemblak Dalam Kehidupan Sosial Tokoh Warok Ponorogo. Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 8(01), 94.

Diterbitkan

2026-01-07

Cara Mengutip

Yusnia, Y. R. A. P., & Prasetyanti Sekti, R. (2026). Efforts in Performing Masculine Movement Characteristics in the Jathil Dance of Reyog Ponorogo, Bantarangin Version. Solah, 11(2). Diambil dari https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/solah/article/view/74137

Terbitan

Bagian

Articles
Abstract views: 19 , PDF Downloads: 0