Penerapan Metode Recitation untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep serta Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X pada Materi Atmosfer di SMA Negeri Jogoroto
Abstract
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa pada materi atmosfer serta kurang optimalnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang berdampak pada perkembangan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep siswa serta mengkaji kecenderungan keterampilan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah penerapan metode Recitation pada siswa kelas X SMA Negeri Jogoroto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe Nonequivalent Control Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest, posttest, dan observasi pembelajaran. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney U dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada pemahaman konsep siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi 0,021 (p < 0,05). Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,84 termasuk kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,68 termasuk kategori sedang. Selain itu, hasil observasi menunjukkan adanya kecenderungan perkembangan keterampilan berpikir kritis pada kelas eksperimen selama proses pembelajaran. Dengan demikian, metode Recitation efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa dan berpotensi mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis pada materi atmosfer.
Kata kunci: Recitation, pemahaman konsep, berpikir kritis, atmosfer, geografi.
Abstract
This study was motivated by students’ low conceptual understanding of atmospheric material and the lack of active engagement in learning, which affects the development of critical thinking skills. The study aimed to analyze the differences in students’ conceptual understanding and examine the tendency of critical thinking skills between the experimental and control classes after the implementation of the Recitation method in tenth-grade students at SMA Negeri Jogoroto. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using the Nonequivalent Control Group Pretest–Posttest model. The research subjects consisted of two classes, namely the experimental class and the control class, with 30 students in each class. Data were collected through pretests, posttests, and classroom observations. Data analysis was conducted using the Mann–Whitney U test and N-Gain analysis. The results showed a significant difference in students’ conceptual understanding between the experimental and control classes, with a significance value of 0.021 (p < 0.05). The N-Gain score of the experimental class was 0.84, categorized as high, while the control class obtained 0.68, categorized as moderate. In addition, observation results indicated a tendency toward the development of critical thinking skills in the experimental class during the learning process. Therefore, the Recitation method is effective in improving students’ conceptual understanding and has the potential to support the development of critical thinking skills in atmospheric material learning.
Keywords: Recitation, conceptual understanding, critical thinking, atmosphere, geography.
Downloads
Abstract views: 11
,
PDF Downloads: 9