PENGARUH TUTUPAN LAHAN TERBANGUN TERHADAP KOEFISIEN RUNOFF DI KELURAHAN BALONGSARI KECAMATAN TANDES KOTA SURABAYA
PENGARUH TUTUPAN LAHAN TERBANGUN TERHADAP KOEFISIEN RUNOFF DI KELURAHAN BALONGSARI KECAMATAN TANDES KOTA SURABAYA
Abstract
Abstrak
Salah satu penyebab meningkatnya limpasan permukaan di daerah padat penduduk yaitu bertambahnya tutupan lahan terbangun karena adanya urbanisasi. Berkurangnya daerah resapan air juga menyebabkan tingginya risiko terjadi genangan apabila hujan turun dengan debit yang besar. Salah satu daerah dengan tingkat padat penduduk yang tinggi yaitu Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi tutupan lahan dan menghitung nilai koefisien runoff berdasarkan jenis tutupan lahan. Penelitian ini juga menghitung dan menganalisis potensi genangan di Kelurahan Balongsari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif deskriptif. Data diperoleh menggunakan dua teknik pengumpulan data yaitu observasi (primer) dan dari sumber tertentu (sekunder). Pengolahan data menggunakan software QGIS untuk mengklasifikasi tutupan lahan serta menghitung masing-masing tutupan lahan. Selanjutnya, analisis untuk mengkaji pengaruh tutupan lahan terhadap potensi koefisien runoff. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan lahan di Kelurahan Balongsari didominasi oleh lahan terbangun seluas 69,1 ha atau sebesar 87,84% dari luas wilayah. Dominasi lahan terbangun tersebut menyebabkan nilai koefisien runoff sebesar 0,78. Nilai tersebut tergolong rendah dalam kemampuan resapan dan sangat tinggi dalam potensi genangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya luas lahan terbangun mempunyai pengaruh terhadap meningkatnya limpasan permukaan. Sehingga masih perlu pengelolaan tata ruang serta peningkatan daerah resapan sebagai upaya untuk mengurangi potensi genangan di Kelurahan Balongsari.
Kata kunci: tutupan lahan, koefisien runoff, Sistem Informasi Geografis.
Abstract
One of the causes of increased surface runoff in densely populated areas is the expansion of built-up land cover resulting from urbanization. The reduction in water infiltration areas also elevates the risk of inundation during heavy rainfall. Balongsari Urban Village in Tandes District, Surabaya City, is one such densely populated area. This study aims to analyze land cover conditions and calculate runoff coefficient values based on land cover types. It also assesses and analyzes the potential for inundation in Balongsari Urban Village. A descriptive quantitative method was employed in this study. Data were obtained through two techniques: observation (primary data) and existing sources (secondary data). QGIS software was used to process the data, classify land cover types, and calculate the area of each type. Subsequently, an analysis was conducted to examine the influence of land cover on the runoff coefficient. The results indicate that land cover in Balongsari Urban Village is dominated by built-up land, covering 69.1 hectares or 87.84% of the total area. This dominance of built-up land results in a runoff coefficient of 0.78. This value reflects low infiltration capacity and a very high potential for inundation. The findings demonstrate that the expansion of built-up land contributes to increased surface runoff. Therefore, spatial planning management and the expansion of infiltration areas are necessary to mitigate the risk of inundation in Balongsari Urban Village.
Keywords: land cover, runoff coefficient, Geographic Information System.
Downloads
Abstract views: 24
,
PDF Downloads: 15