Analisis Adaptasi Sosial Ekonomi Pedagang Pasar Legi Pasca Revitalisasi Menjadi Pasar Modern Di Ponorogo
Abstract
Revitalisasi Pasar Legi Ponorogo dari pasar tradisional menjadi bangunan modern bertingkat membawa perubahan besar pada tata letak ruang dan kondisi sosial ekonomi pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan fisik dan struktural yang dihadapi pedagang, mengidentifikasi strategi adaptasi ekonomi, serta menganalisis bentuk adaptasi sosial pedagang pasca revitalisasi dalam perspektif Geografi Manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri dari 15 pedagang lama yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, tantangan yang dihadapi pedagang meliputi kerusakan fasilitas mobilitas vertikal (eskalator), penerapan aturan zonasi komoditas yang menurunkan tingkat pembelian tidak terencana, serta beban biaya operasional yang tetap di tengah menurunnya sirkulasi pengunjung. Kedua, pedagang menerapkan strategi adaptasi ekonomi aktif berupa pemanfaatan aplikasi pesan singkat untuk layanan antar langsung ke area parkir, serta adaptasi pasif melalui pengurangan stok komoditas yang mudah membusuk dan penggunaan tabungan pribadi. Ketiga, dari aspek adaptasi sosial, desain bangunan tertutup menurunkan intensitas interaksi dengan pembeli yang memicu rasa sepi, namun kondisi ini direspons pedagang dengan memperkuat solidaritas komunal sebagai bentuk dukungan moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun fasilitas fisik pasar menjadi lebih bersih, pedagang masih mengalami kesulitan dalam menyesuaikan praktik ekonomi mereka dengan sistem keruangan vertikal. Disarankan bagi pemerintah daerah untuk segera memperbaiki fasilitas pendukung bangunan dan mengevaluasi kebijakan penempatan pedagang.
Downloads
Abstract views: 10
,
PDF Downloads: 5