WACANA KEBERDAYAAN PEREMPUAN DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PEREMPUAN BERKISAH
DOI:
https://doi.org/10.26740/tc.v10i1.75455Kata Kunci:
Media Sosial, Michel Foucault, Perempuan Berdaya, analisis wacana kritis, individualisme, instagramAbstrak
Penelitian ini mengkaji wacana keberdayaan perempuan pada media sosial Instagram, khususnya pada akun @perempuanberkisah. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya tingkat kesetaraan gender di Indonesia, di mana Indonesia menempati peringkat ke-97 dari 148 negara dalam Global Gender Gap Report 2025, serta meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan. Fokus penelitian adalah untuk menganalisis representasi "perempuan berdaya" dalam kampanye digital yang dilakukan oleh komunitas Perempuan Berkisah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis perspektif Michel Foucault, yang mencakup tahapan arkeologi pengetahuan dan genealogi kekuasaan. Data primer diperoleh melalui observasi terhadap tiga unggahan akun Instagram @perempuanberkisah pada periode Agustus hingga September 2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran narasi yang signifikan, di mana konsep perempuan berdaya yang semula bersifat sosial-politik berubah menjadi lebih individualistik. Melalui praktik diskursif, keberdayaan direpresentasikan sebagai kondisi otonomi pribadi, pengelolaan emosi, dan penerimaan diri (self-acceptance). Temuan ini mengindikasikan bahwa wacana tersebut cenderung mengeksklusi isu-isu ketimpangan struktural, seperti sistem patriarki dan kebijakan publik, serta memindahkan tanggung jawab perubahan sosial ke pundak individu perempuan itu sendiri.
Unduhan
Referensi
Aizid, R. (2024). Pengantar Feminisme. Anak Hebat Indonesia.
Murtopo, B. A. (2018). Peranan Perempuan Dalam Media Sosial. Jurnal Cakrawala IAINU Kebumen, Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Volume: 2 NO. 2, 14-24.
Setiawati, E., & Rusmawati, R. (2019). Analisis wacana: (konsep, teori, dan aplikasi). UB Press.
Utami, N. F., & Yulianti, N. (2022). Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Media Informasi. Bandung Conference Series: Public Relations, Vol. 2 No. 2, 1-4.
Jatiningsih, O. (2004). Gender & Pendidikan. Deepublish.
Nasution, S. Y. (2024). RELASI KUASA DALAM NOVEL RINDU KUBAWA PULANG KARYA S. BAYA: ANALISIS WACANA KRITIS MICHEL FOUCAULT. Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, Volume 3, No. 1, 196-216.
Sahdan, G. (2020). Membongkar Selubung Ideologi Ilmu Pemerintahan :Perspektif Governmentality. Governabilitas, Vol. 1, No. 1, 41-57.
Mudzakkir, A. (2022). Feminisme Kritis:Gender dan Kapitalisme dalam Pemikiran Nancy Fraser. Gramedia Pustaka Utama.
Murniati, A. N. P. (2004). Getar gender. Indonesiatera.
Suyanto, B., Sugihartati, R., Syamsiyah, N., & Savira, P. S. (2023). MEMAHAMI TEORI POST-STRUKTURALISME. Airlangga University Press.
Lestari, R., & Iskandar, D. S. (2016). Mitos Jurnalisme. Andi Offset.
Eriyanto. (2011). Analisis wacana: pengantar analisis teks media. LKiS Yogyakarta.
Jatiningsih, O. (2024). Gender & Pendidikan. Deepublish.
Cahyani, D. A. N., & Sari, M. M. K. (2021). 61 PANDANGAN ANGGOTA KORPS HMI-WATI SURABAYA TENTANG PEREMPUAN BERDAYA. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, Volume 09 Nomor 01, 61-75.
Masitoh. (2020). Pendekatan Dalam Analisis Wacana Kritis. Jurnal Elsa, Vol. 18, No. 1, 67-76.
Faoucault, M. (2016). Arkeologi Pengetahuan (E. Iyubenu, Ed.; I. R. Muzir, Trans.). PELANGI.
Rottenberg, C. (2016). Neoliberal Feminism and the Future of Human Capital. Journal of Women in Culture and Society, vol. 42, no. 2, 329-348.
Al-Faiz, A. W. (2025, July 22). Geneologi Sejarah Michel Foucault. Indonesiana. https://www.indonesiana.id/read/184787/geneologi-sejarah-michel-foucault
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0