KOMUNIKASI KELUARGA SUKU BATAK PERANTAUAN DALAM MEMPERTAHANKAN FALSAFAH MARADAT BUDAYA BATAK TOBA DI KOTA SURABAYA
DOI:
https://doi.org/10.26740/tc.v10i1.75562Kata Kunci:
Komunikasi Keluarga, maradat, Batak toba, Perantauan, Interaksi simbolikAbstrak
Perpindahan masyarakat Batak Toba ke Kota Surabaya menghadirkan dinamika tersendiri dalam mempertahankan falsafah maradat di tengah kehidupan perkotaan yang multikultural dan modern. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana komunikasi keluarga Batak Toba dalam mewariskan dan mempertahankan falsafah maradat di perantauan dengan menelaah peran ayah, ibu, dan anak sebagai satu sistem komunikasi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan enam keluarga Batak Toba yang masih aktif mengikuti kegiatan adat dan punguan marga di Kota Surabaya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan ayah, ibu, dan anak, serta dianalisis menggunakan Teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead dan Teori Pola Komunikasi Keluarga Koerner dan Fitzpatrick. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maradat di perantauan tidak lagi dipahami sebagai kewajiban adat yang kaku, melainkan sebagai sarana untuk mempertahankan identitas budaya Batak Toba. Proses ini didukung oleh komunikasi keluarga melalui pola konsensual dan pluralistis, di mana orang tua tetap memegang peran sentral namun memberi ruang dialog bagi anak. Ayah cenderung menekankan aspek struktural adat, sementara ibu menanamkan nilai sopan santun berdasarkan filosofi Dalihan Na Tolu. Selain keluarga, punguan marga berperan sebagai ruang belajar kolektif yang memperkuat solidaritas dan keberlanjutan maradat di perantauan.
Unduhan
Referensi
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Migrasi Indonesia Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020. https://www.bps.go.id/id/publication/2023/07/20/97c956dd7ff3ece924911115/statistik-migrasi-indonesia-hasil-long-form-sensus-penduduk-2020.html
Bahfiarti, T. (2016). Komunikasi Keluarga (1st ed., Vol. 1). Kedai Buku Jenny.
Blareq, Y. K. G., & Purba, M. J. (2024). Filosofi Mangalap Tondi Pada Budaya Batak Toba dalam Kaitannya dengan
Model Antropologis Stephen Bevans. Perspektif, 19(1), 67–81. https://doi.org/10.69621/jpf.v19i1.213
Harianja, D., Rusmanto, J., & Sontoe. (2025). Marga Sebagai Simbol Identitas: Studi Kasus Pada Masyarakat Batak di Kota Palangkaraya. Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi, 8(1), 135–144.
Hidayat. (2023). Perubahan Misi Budaya Merantau: Studi Perantau Etnik Batak Di Kawasan Industri Cikarang, Bekasi. Journal of Social and Cultural Anthropology), 9(1), 12–32. https://doi.org/https://doi.org/10.24114/antro.v9i1.49533
Koerner, A. F., & Fitzpatrick, M. A. (2006). Family communication patterns theory: A
social cognitive approach. Engaging Theories in Family Communication: Multiple Perspectives, 50–65. https://doi.org/10.4135/9781452204420.n4
Mead, G. Herbert., & Saputra, William. (2018). Pikiran, diri, dan masyarakat = Mind, self and society (1st ed.). Forum. https://bintangpusnas.perpusnas.go.id/konten/BK9284/mind-self-and-society
Morissan. (2013). Teori Komunikasi: Individu Hingga Massa Edisi Pertama (1st ed.). Kencana Prenadamedia Group.
Naibaho, S., & P. Putri, I. (2016). Pola Komunikasi Prosesi Marhata Sinamot Pada Pernikahan Adat Batak Toba Dalam Membentuk Identitas Budaya Suku Batak Toba Di Bandung. Jurnal Sosioteknologi, 15(3), 346–356. https://doi.org/10.5614/sostek.2016.15.3.3
Nainggolan, E., Vebilola Manalu, F., Marito Nainggolan, F., & Delita, F. (2024). Analisis Tradisi Masyarakat Suku Batak Toba Perantauan. Kompetensi, 17(1), 66–77. https://doi.org/https://doi.org/10.36277/kompetensi.v17i1.230
Ndona, Y. (2018). Kemanusiaan dalam falsafah hidup masyarakat Batak Toba. Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 1(1), 15–22. http://journal.uad.ac.id/index.php/citizenship
Purba, A. r, Situmorang, P. adelina, Sigiro, D. S., Manullang, D. Y., & Saragih, R. (2024). Nilai Sosial dan Budaya dalam Komunikasi Bahasa Batak Toba pada Mambosuri: Sosiolinguistik. Jurnal Pendidikan Bahasa, 13(2), 164–179. https://doi.org/10.31571/bahasa.v13i2.8513
Segrin, C., & Flora, J. (2018). Family Communication (3rd Edition). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781351132596
Siahaan, E., & Tandyonomanu, D. (2022). Marsaor Paradotan Pada Pernikahan Pariban Suku Batak Toba di Kota Surabaya. The Commercium, 5(Vol. 5 No. 2 (2022): The Commercium), 138–156. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/tc.v5i2.47431
Sidabutar, F. M., Firmansyah, A., Ika, R. C., Sulistyarini, & Astrini, E. P. (2022). The Analysis Of Batak Toba Tribal Wedding Traditions In The Overseas Lands Of
Ngabang Sub-District Landak Regency. http://jpps.uho.ac.id/index.php/74
Simanjuntak, B. A. (2009). Konflik status dan kekuasaan orang Batak Toba (3rd ed.). Yayasan Pustaka Obor Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=_rboDQAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id&source=gbs_atb#v=onepage&q&f=false
Siregar, M. (2022). Tradisi Bona Taon Suku Batak Toba Di Perkotaan: Antara Kekerabatan Dan Citra. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 24(1), 81–89. https://doi.org/10.25077/jantro.v24.n1.p81-89.2022
Tinambunan, Djapiter., & Toruan, R. L. . (2010). Orang Batak kasar? : membangun citra & karakter : gunakan 7 falsafah Batak merestorasi jati diri, hubungan seks, sosial, budaya, demokrasi, bisnis, dan melibas dosa, korupsi & mafia hukum (1st ed.). Elex Media Komputindo.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0