PENGARUH LIMBAH BATUBARA (FLY ASH) SEBAGAI SOIL TREATMENT PADA SISTEM PENTANAHAN ELEKTRODA BATANG

  • YULIANA SHINTA DEWI
  • TRI RIJANTO

Abstract

Sistem pentanahan merupakan sistem yang dapat mengamankan makhluk hidup dari sengatan listrik dan mengamankan komponen-komponen instalasi dari bahaya tegangan/ arus abnormal. Sistem pentanahan yang baik mempunyai nilai resistansi yang kecil. Salah satu usaha untuk menurunkan resistansi pentanahan adalah dengan perlakuan khusus pada tanah (soil treatment) yaitu memberikan zat tertentu kedalam tanah. Pada penelitian ini digunakan abu terbang sebagai media pada soil treatment.

Tujuan dari penelitian ini untuk memeroleh informasi pengaruh penambahan abu terbang terhadap nilai resistansi pentanahan elektroda batang berlapis tembaga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dan data diolah menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pemberian abu terbang dengan takaran 40% dari kedalaman penanaman elektroda dapat mengurangi nilai resistansi pentanahan yaitu sebesar 1,82 Ω menjadi 1,18 Ω. Untuk mencapai resistansi kurang dari 1 Ω, tanpa pemberian abu terbang membutuhkan kedalaman penanaman sebesar 12 meter, sedangkan dengan pemberian 40% abu terbang membutuhkan kedalaman sebesar 7 meter.

Kata kunci : abu terbang, resistansi pentanahan, sistem pentanahan.

Published
2019-12-12
How to Cite
SHINTA DEWI, Y., & RIJANTO, T. (2019). PENGARUH LIMBAH BATUBARA (FLY ASH) SEBAGAI SOIL TREATMENT PADA SISTEM PENTANAHAN ELEKTRODA BATANG. JURNAL TEKNIK ELEKTRO, 9(2). https://doi.org/10.26740/jte.v9n2.p%p
Section
Articles
Abstract View: 30
PDF Download: 93