Eksplorasi Nilai Kearifan Sedulur Sikep untuk Pengembangan Pendidikan Karakter Berbasis Ecopedagogy

  • Ahmad Agustian Harja Winata S1 Pendidikan IPS, Fakultas Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya
Keywords: pendidikan, pendidikan karakter, ecopedagogy, sedulur sikep, masyarakat samin, samin, suku samin

Abstract

Sedulur sikep atau masyarakat Samin merupakan fenomena kultural yang memiliki keunikan sekaligus sarat makna. Orang Samin terkenal akan keluguannya, polos, dan apa adanya sehingga terkesan ”dungu”. Ajaran Samin begitu populer sebagai simbol perlawanan rakyat terhadap penjajah. Menurut sejarah, ajaran Samin dikembangkan oleh Samin Surosentiko yang lahir pada tahun 1859 di Desa Ploso Kedhiren, Sedulur sikep atau masyarakat Samin mempunyai beberapa ciri dan prinsip. Pertama, konsep utama agama Adam sebagai hidup (urip), Kedua, semua aktivitas manusia dimaksudkan untuk dua hal, yaitu tatane wong, mengelola hidup dengan melakukan sikep rabi (sexual intercouse), Ketiga, wong, terdiri dari wong Jowo, yang jujur, menepati janji, dan tidak melakukan kejahatan. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan Model 4D (Define, Design, Development, and Dissemination). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Sedulur Sikep Samin mempunyai banyak kearifan lokal (local wisdom) antara lain adanya sikap rukun dan sumeleh, memberikan keteladanan sikap yang baik, mempunyai prinsip dasar harapan hidup seger-waras, rukun, lan becik apek sak rinane-sak wengine, prinsip hidup dalam berinteraksi sosial demunung te-e dewe (yang hanya miliknya), mempunyai pantangan hidup untuk tidak bedok (menuduh), tidak colong (mencuri), tidak pethil (mengambil barang), tidak jumput, nemu wae ora keno (menemukan barang menjadi pantangan), dan berprinsip pada ajaran sikep berupa 20 anggerangger pratikel (20 pantangan berprilaku).

References

Alamsyah. 2015. Eksistensi dan nilai-nilai kearifan komunitas Samin di Kudus dan Pati. Humanika 21(1): 63-74.
Aziz, M. 2012. Identitas kaum Samin pasca kolonia: pergaulatan negara,agama, dan adat dalam pro-kontra pembangunan pabrik semen di Sukolilo, Pati, Jawa Tengah. Kawistara 2(3): 225-328.
Bahri, S. 2015. Implementasi pendidikan karakter dalam mengatasi krisis moral di sekolah. Ta'allum 03(01): 57-76.
Helaluddin, H.W 2013. Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan Karakter. 2(1): 1-5
Astuti S. 2011. “Strategi Pengembangan Karakter Anak Usia Dini Melalui Seni Musik”. Karakter Sebagai Saripati Tumbuh Kembang Anak Usia Dini.Yogyakarta: Inti Media dan Pusat Studi PAUD UNY
Maksudin. 2003. Pendidikan karakter non-dikotomik. Jurnal Pendidikan Karakter 2(2): 126-132 .
Manijo. 2016. Dinamika sedulur sikep Kaliyoso. Edukasia 11(1): 51-68.
Maunah, B. 2016. Implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan kepribadian holistik siswa. Jurnal Pendidikan Karakter 5(1): 90-101.
Mulyasana, D. 2011. Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing. Bandung: Remaja Rosdakarya
Rizky, M.N. 2015. Pendidikan formal dalam perspektif sedulur sikep. Solidarity 4(2):71:81
Setiawati, N.A. 2017. Pendidikan karakter sebagai pilar pembentukan karakter bangsa. Prosiding Seminar Nasional Tahunan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Medan. 348-352.
Setyaniingrum, Dkk. 2017. Pergeseran Nilai Masyarakat Samin (Sedulur Sikep) Dukuh Bombang. Journal of Education Social Studies. 6(1). 29-36.
Suratno. 2010. Memaknai etnopedagogi sebagai landasan pendidikan guru di Universitas Pendidikan Indonesia. Proceedings of The 4th International Conference on Teacher Education; Join Conference UPI & UPSI Bandung, Indonesia, 516-518.
Supriatna, N. 2008. Kontruksi Pembelajaran Sejarah yang Berorientasi Pada Masalah Sosial Kontemporer, Rangkuman SPS UPI. Bandung: SPS UPI.
Uhbiyati, A.A. 2007. Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Nugroho, A.N. 2016. Pengembangan Model Pembelajaran IPS Terpadu Berbasis Lingkungan. Jurnal Ilmu Pendidikan.22(2): 125-133.
Yunansah, H & Herlambang, Y.T. Pendidikan Berbasis Ekopedagogik Dalam Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Dan Mengembangkan Karakter Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan. 9(1): 27-34
Published
2021-07-15
Section
ARTIKEL