KAJIAN NILAI-NILAI SOSIAL NON-ESTETIKA DALAM TARI LAHBAKO SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP
Keywords:
Tari Lahbako, CTL, Nilai Sosia, Sumber Belajar IPSAbstract
Abstrak
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan peserta
didik untuk memahami kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan masyarakat. Namun, pelaksanaan
pembelajaran IPS di sekolah masih cenderung berorientasi pada penggunaan buku teks dan penyampaian materi
secara teoritis sehingga kurang menghubungkan konsep pembelajaran dengan realitas sosial budaya yang berada
di sekitar peserta didik. Kondisi tersebut menyebabkan pembelajaran menjadi kurang bermakna dan belum
optimal dalam menanamkan nilai-nilai sosial serta karakter peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan
untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan budaya lokal sebagai sumber belajar
kontekstual. Tari Lahbako sebagai tarian khas Kabupaten Jember merupakan representasi kehidupan masyarakat
petani tembakau yang mengandung berbagai nilai sosial non-estetika yang relevan dengan tujuan pembelajaran
IPS.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai sosial non-estetika yang terkandung dalam Tari Lahbako serta
mendeskripsikan pemanfaatannya sebagai sumber belajar IPS di SMP. Penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian berada di Sanggar Bekkoh Kereng Kabupaten Jember.
Informan penelitian terdiri atas pemilik sanggar, penari, pemusik, dan guru IPS. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan
model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan
data diuji menggunakan triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Lahbako mengandung nilai sosial non-estetika berupa kerja sama,
tanggung jawab, kerja keras, penghargaan terhadap perempuan, dan identitas budaya. Nilai-nilai tersebut
tercermin dalam gerakan tari, simbol budaya, proses latihan, serta makna yang merepresentasikan kehidupan
masyarakat petani tembakau di Kabupaten Jember. Selain itu, Tari Lahbako memiliki relevansi dengan materi
IPS kelas IX pada tema Manusia dan Perubahan khususnya subtema kearifan lokal. Pemanfaatan Tari Lahbako
sebagai sumber belajar dapat dilakukan melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang
melibatkan kegiatan observasi, diskusi, analisis nilai sosial, presentasi, dan refleksi. Penggunaan budaya lokal
dalam pembelajaran IPS mampu membantu peserta didik memahami konsep sosial secara lebih konkret
sekaligus memperkuat karakter sosial, kesadaran budaya, dan identitas lokal.
Downloads
References
Afriyani, E., & Andrian, S. N. (2025). Kearifan Lokal Dalam Novel Lahbako Karya Nurillah Ahmad.
03(02), 78–91.
Https://Ejournal.Universitastabanan.Ac.Id/Index.Php/Jissiwirabuda/Article/View/399.
Azizah, P. I., Dhewantoro, H. N. S., & Basyari, A. (2022). Integrasi Kearifan Lokal Pada
Pembelajaran Ips Smp Di Indonesia. Langgong: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1), 37–48.
Https://Jurnal.Fkip.Unmul.Ac.Id/Index.Php/Langgong
Azkia, L. (2019). Globalisasi Sebagai Proses Sosial Dalam Teor-Teori. 8(1), 13–27.
Azzahra, A. (2025). Eksplorasi Angnganre-Nganre Sebagai Warisan Kuliner Dalam Wisata Budaya Lokal
Desa Galesong Timur. 11(December), 66–86. Https://Doi.Org/10.32659/Tsj.V11i1.422
Firmandayah, M., Masrun, & Yudha, I. D. K. (2021). Esensi Perbedaan Metode Kualitatif Dan
Kuantitatif. 3(2).
Hasni, N., & Fajri, S. (2025). Implementasi Nilai Kearifan Lokal Pacu Jawi Dalam Pembelajaran
Ips Di Mtsn 6 Tanah Datar. Jipipi: Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 2(4), 262–
267.
Https://Jipipi.Org/Index.Php/Jipipi262situswebjurnal:Https://Jipipi.Org/Index.Php/Jipipi
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook
(3rd Editio). Sage Publications.
Mursidin, M., Arif, T., & Muslimin, A. (2022). Penanaman Nilai-Nilai Sosial Siswa Mi
Muhammadiyah Melalui Pembelajaran Ips Terintegrasi Dengan Konsep Nilai Sosial Budaya
Makassar. Gema Wiralodra, 13(2), 616–626. Https://Doi.Org/10.31943/Gw.V13i2.293
Muslimah, Musthofa, I., Yahya, M. . D., Musthan, Z., & Annisa, W. (2022). Desain Pembelajaran
Akhlak Berbasis Pendekatan Contextual Teaching And Learning ( Ctl ) Kendari. 1149–1162.
Https://Doi.Org/10.30868/Ei.V11i01.2813
Nabila, S. F. (2022). Pengenalan Tari Lahbako Sebagai Bentuk Kepedulian Budaya Lokal Jember.
Salsabila, Y. R., & Muqowim. (2024). Korelasi Antara Teori Belajar Konstruktivisme Lev
Vygotsky Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (Pbl) Yulia Rakhma
Salsabila 1 , Muqowim 2. Jurnal P4i, 4(3), 813–827.
Sani, S. A., Wulandari, R. D., Nurroniah, Z., Kusumaningtyas, N. C., Sefanda, S. K., & Nuraini, L.
(2023). Pengembangan Augmented Learning Berbasis Etnosains Tari Lahbako Untuk
Literasi Sains Dan Minat Pada Konsep Gerak Melingkar. Edusains, 15(2), 164–175.
Https://Doi.Org/10.15408/Es.V15i2.35194
Segara, N. B., Utami, W. S., Prabawati, I., & Hari, N. (2025). Pelatihan Pembelajaran Dan Penilaian
Berbasis Literasi Untuk Guru Mata Pelajaran Ips Kabupaten Lamongan. 4(2), 10622–10633.
Triana, R. S. (2022). Pengembangan Model Pembelajaran Seni Tari Tradisional Lahbako Untuk
Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di Kabupaten Jember.
Widayanti, A., Handayani, R. D., & Rusdiantoro. (2024). Analisis Konsep Sistem Gerak Manusia Pada
Tari. 1451–1464.
Wulandari, D. A., Rizqi, N. Z. E., & Siregar, N. M. (2024). Budaya Tradisional Tarian Lahbako
Jember Sebagai Upaya Pelestarian Sekaligus Pengenalan Kepada Generasi Muda. Imajinasi :
Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, Dan Teknologi, 1(2), 63–74.
Https://Doi.Org/10.62383/Imajinasi.V1i2.149
Yasin, F. N. (2023). Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Budaya Lokal. 10, 366–380.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 adis taura salsabilla

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0
