RELEVANSI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL PADA KOLEKSI MUSEUM ISLAM INDONESIA KH. HASYIM ASY’ARI (MINHA) KABUPATEN JOMBANG SEBAGAI WAHANA PEMBELAJARAN IPS

Authors

  • Risa Aminatus Sholikha universitas negeri surabaya

Keywords:

Pembelajaran ips, nilai nilai multikultural, pendidikan karakter

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memainkan peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai multikultural pada siswa sebagai landasan untuk hidup dalam masyarakat pluralistik. Namun, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di sekolah sering kali bersifat tekstual dan kurang memanfaatkan sumber belajar kontekstual di lingkungan sekitar. Salah satu sumber belajar alternatif yang potensial adalah museum, khususnya Museum Islam Indonesia (MINHA) KH. Hasyim Asy'ari di Kabupaten Jombang, yang menyimpan berbagai koleksi bernilai sejarah, sosial, budaya, dan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi nilai-nilai multikultural yang terkandung dalam koleksi Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy'ari dan menganalisis potensinya sebagai wahana pembelajaran ilmu sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi koleksi museum, wawancara dengan pengelola museum, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koleksi MINHA memuat nilai-nilai multikultural seperti toleransi, keragaman budaya, persatuan, nasionalisme, dan saling menghormati, yang tercermin dalam artefak sejarah, biografi tokoh, dan narasi perjuangan nasional. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di tingkat sekolah menengah.

 

Kata kunci: Nilai-nilai multikultural, Museum, Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anton, A., Jamilah, S., Fitriani, D., Amelia, S., & Firmansyah, I. K. (2024). Strategi implementasi pendidikan multikultural di era globalisasi. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(10), 6850–6857.

Anderson, D., & Zhang, Z. (2020). Museum education and visitor engagement: A review of research and practice. Museum Management and Curatorship, 35(2), 123–141.

Armiyati, L., & Firdaus, D. W. (2020). Belajar sejarah di museum: Optimalisasi layanan edukasi berbasis pendekatan partisipatori. Jurnal Artefak, 7(2).

Asy’ari, M. I. (2024). Modul LCCM Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari. Jombang.

Ayatanoi, A. N. (2024). Pendidikan teologi multikultural: Belajar dari pendidikan multikultural James A. Banks. Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 9(1), 456–477.

Azhari, P., & Albina, M. (2024). Hakikat pendidikan multikultural: Upaya mewujudkan masyarakat toleran dan inklusif. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(3), 1473–1481.

Banks, J. A. (2019). Multicultural education: Characteristics and goals. Multicultural Education Review, 11(3), 150–164.

Bukhori, I. (2019). Membumikan multikulturalisme. Humanistika: Jurnal Keislaman, 5(1), 13–40.

Dewantara, J. A., & Saputra, G. A. (2019). Museum sebagai sumber belajar berbasis multikultural. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 4(2), 123–135.

Dwi Yana, M., & Sudrajat, A. (2024). Analisis fenomena religi, komersial, dan edukasi di wisata religi Gus Dur: Perspektif sosiologi pariwisata. Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 5(1), 95–105.

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54.

Firdaus, T. I. (2023). Representasi hedonisme karakter utama dalam novel Rich Girlfriend. Ide Sintaks, 5(7), 747–758.

Fitriansyah, F., & Kasmin, K. (2022). Pemanfaatan museum sebagai wisata edukasi dan media pembelajaran sejarah. Cakrawala: Jurnal Humaniora, 22(2), 89–94.

Gunawan, R. (2019). Nasionalisme dan identitas kebangsaan di tengah perubahan sosial. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan, 10(2), 134–145. Gofur, M. A., Auliya, M. F. R., & Nursikin, M. (2022). Konsep dasar pendidikan multikultural. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan, 1(4), 143–149.

Handoko, G. S. (2018). Pemanfaatan Museum Pura Mangkunegaran sebagai media pembelajaran IPS. Candi: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah, 17(1), 129–142.

Hadijaya, Y., et al. (2024). Konsep multikulturalisme dan pluralisme dalam pendidikan. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(3), 3101–3108.

Hidayat, U. S. (2021). Urgensi penguatan pendidikan karakter dalam menyiapkan generasi emas 2045. Nusa Putra Press.

Hidayat, R., Fitri, R. A., & Hermina, D. (2025). Langkah penelitian manajemen pendidikan. Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 2(6), 509–523.

Kamarudin, N., & Ahmad, A. (2021). Museums as transformative educational spaces. International Journal of Heritage Studies, 27(6), 589–604.

Kumala, S. L. (2021). Perkembangan ekonomi berbasis digital di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Ilmu Regional, 1(2), 109–117.

Khairuddin, A. (2018). Epistemologi pendidikan multikultural di Indonesia. IJTIMAIYAH, 2(1).

Khair, M., Tang, M., & Mubarok, M. (2024). Peserta didik berwawasan multikultural. Educational: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(2), 51–59.

Downloads

Published

2026-10-02

How to Cite

Sholikha, R. A. (2026). RELEVANSI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL PADA KOLEKSI MUSEUM ISLAM INDONESIA KH. HASYIM ASY’ARI (MINHA) KABUPATEN JOMBANG SEBAGAI WAHANA PEMBELAJARAN IPS. Jurnal Dialektika Pendidikan IPS, 6(3), 77–86. Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/PENIPS/article/view/80052

Issue

Section

ARTIKEL
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0