Penerapan Patchwork dan Payet pada Busana Pesta Malam dengan Tema Vie Ancienne

  • Putri Malinda Universitas Negeri Surabaya
  • Ratna suhartini Universitas Negeri Surabaya
Keywords: patchwork, vie ancienne, evening dress

Abstract

Patchwork adalah potongan kecil dengan berbagai bentuk dari bahan yang berbeda dijahitkan secara bersamaan. Berdasarkan sumber ide tersebut, penulis  membuat busana pesta malam dengan penerapan patchwork dan payet . Tujuan penulis untuk mengetahui proses pembuatan penerapan patchwork dan payet pada busana  pesta malam dengan tema vie ancienne dan hasil jadi penerapan  patchwork dan payet pada busana pesta malam dengan tema vie ancienne. Proses  pembuatan penerapan patchwork dan payet pada busana pesta  malam dengan tema vie ancienne menggunakan kain bludru yang telah dilapisi dengan kain trico dimulai dari membuat desain manipulating patchwork yang sesuai dengan bentuk sumber  ide kehidupan zaman prasejarah. Proses penerapan patchwork dan payet di mulai dengan kain bludru yang sudah dipotong sesuai pecah pola badan muka dan belakang. Kemudian dijahit sesuai urutan nomer pola patchwork, setelah jadi satu potongan pecah pola garis princess badan, lalu dilapisi dengan kain toyobo menggunakan teknik jelujur, kemudian setiap potongan garis princess dijahit jadi satu sesuai desain. Lalu  mengatur peletakan hotflix menggunakan teknik pola serak. Hasil jadi busana pesta malam dengan penerapan patchwork dan payet terlihat mirip dengan sumber ide yaitu kehidupan zaman prasejarah. Pemilihan karakteristik bahan menggunakan tone warna coklat serta manipulating  patchwork dan payet membuat gaun terlihat kesan etnic dan elegan.

The aim of the research is to find out the process of making the on evening party dress and the final result of applying on evening party dress with the theme of vie ancienne. The process of making the application of patchwork and sequins on evening party attire with the theme of vie ancienne using a velvet cloth that has been coated with trico fabric starts from creating a manipulating patchwork design that matches the shape of prehistoric life ideas. The process of applying patchwork and sequins begins with a velvet fabric that has been cut according to the broken pattern of the face and back bodies. Then sewn in the order of the patchwork pattern number, after it becomes one broken piece of body princess line pattern, then coated with toyobo cloth using baste, then each piece of princess line is sewn together according to the design. Then arrange the hotflix placement using the hoarse pattern technique. The finished evening party dress with the application of patchwork and sequins looks similar to the source of the idea, prehistoric life. The choice of material characteristics using brown tones and manipulating patchwork and sequins makes the dress look etnic and elegant.

References

Abling, Bina (2003). Dictionary of Fashion. New York : Fairchild Publications.inc

Ardiati, R. L. (2017). UTILIZATION OF PATCHWORK RECYCLE THROUGH PATCHWORK ART ACTIVITY IN ORDER TO MOTIVATE THE WOMEN COMMUNITY IN SAYANG VILLAGE, JATINANGOR. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2).

Dra. Hestiworo, MM. (2013). Dasar Desain I

Haigh, Janet (2000). Japanese Inspirations. Easy-to-make Patchwork and Applique Projects. Singapore: Tuttle Publishing.

Husen Hendriyana (2018). Metodelogi Penelitian Penciptaan Karya . Bandung: Sunan Abu Press.

Imam, C.K. dan Wahyuningsih, U. (2020). ILLUSION WAVES PADA BUSANA PESTA WANITA. Journal of Fashion Design Unesa, 1 (1).

Mahardika, D. A., & Karmila, M. (2020). Eksplorasi Patchwork Motif Gajah sebagai Decorative Trims pada Jaket Wanita. TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga, 8(2), 76-84.

Palgunadi, Bram (2007). Desain, Designer dan Proyek Desain. ITB Bandung.

Poespo Goet (2018). A to Z Istilah Fashion. Jakarta pusat: Gramedia Pustaka utama

Sukmadinata (2006). Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah (Konsep, Prinsip dan Instrumen). Bandung: Refika Aditama’s.

Trisnawati Tri Y. (2011). Fashion sebagai Bentuk Ekspresi Diri dalam Komunikasi. The Messenger, Volume III, Nomor 1, Semarang.

Published
2020-12-24
Section
Articles