Fungsi Pragmatik Kandoushi dalam Anime Natsume Yuujinchou Season 1 Karya Takahiro Omori (大森貴弘)
Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis kandoushi berdasarkan teori Takano (1984), menganalisis fungsi pragmatik menggunakan kerangka Levinson (1983) yang diadaptasi dari fungsi bahasa Jakobson (1960), serta mengungkap representasi nilai budaya Jepang yang tercermin melalui penggunaan kandoushi dalam dialog tokoh utama anime Natsume Yuujinchou Season 1 episode 1–5. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode simak dan teknik catat (Sudaryanto, 2015). Hasil penelitian menemukan 223 data kandoushi yang terdiri atas empat jenis: kandou (感動) sebagai jenis paling dominan, outou (応答), yobikake (呼びかけ), dan aisatsugo (挨拶語). Analisis fungsi pragmatik menemukan tiga fungsi: ekspresif sebagai yang paling dominan, diikuti fatis dan direktif. Kandoushi juga merepresentasikan tiga nilai budaya Jepang: gaman (Izumi-Taylor dkk., 2024), wa (Doi, 1973), dan mono no aware (Toru, 2024). Temuan ini menunjukkan bahwa kandoushi tidak hanya berfungsi sebagai penanda emosi dan interaksi, tetapi juga merepresentasikan nilai budaya dan spiritual Jepang dalam dialog anime.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 12
,
PDF Downloads: 7