ANALISIS YAKUWARIGO PADA SERIAL ANIME OVERLORD SEASON 1 KARYA KUGANE MARUYAMA 丸山くがね
Abstract
Penelitian ini menganalisis penggunaan yakuwarigo (役割語) atau 'bahasa peran' pada lima tokoh utama dalam serial anime Overlord Season 1 karya Kugane Maruyama. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan: (1) bentuk yakuwarigo berdasarkan klasifikasi Kinsui (2003) beserta fungsi penggunaannya, dan (2) karakteristik penggunaan yakuwarigo dalam membentuk register karakter berdasarkan teori enregisterment Agha (2007). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan metode Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik catat. Analisis dilakukan melalui metode agih dan padan pragmatis yang mengintegrasikan teori Kinsui (2003) dengan teori enregisterment Agha (2007). Data berjumlah 35 tuturan dari lima tokoh utama: Ainz Ooal Gown, Albedo, Demiurge, Shalltear Bloodfallen, dan Cocytus. Hasil penelitian menemukan empat tipe yakuwarigo: (1) kichiku-go/ouji-go pada Ainz Ooal Gown; (2) kishidan-go tinggi pada Albedo; (3) hakase-go pada Demiurge; (4) onna-go arkais (arinsu-kotoba) pada Shalltear Bloodfallen; serta kishidan-go/bushi-go pada Cocytus. Berdasarkan teori enregisterment Agha (2007), setiap penanda yakuwarigo berfungsi sebagai tindakan performatif yang mereproduksi dan mengindeksikan persona sosial tokoh secara kumulatif dalam konvensi anime fantasi Jepang.
Kata Kunci: yakuwarigo; enregisterment; register karakter; anime Overlord; linguistik Jepang
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0