METAFORA KONSEPTUAL DALAM LIRIK LAGU ALGERNON KARYA YORUSHIKA: PERSPEKTIF INTERTEKSTUAL TERHADAP NOVEL FLOWERS FOR ALGERNON
Abstract
Abstrak
Penelitian ini mengkaji metafora konseptual dalam lirik lagu Algernon karya Yorushika serta hubungannya dengan novel Flowers for Algernon karya Daniel Keyes melalui pendekatan intertekstualitas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis metafora konseptual yang terdapat dalam lirik lagu Algernon, (2) menganalisis pemetaan domain sumber (source domain) dan domain target (target domain) pada metafora-metafora tersebut, serta (3) mengkaji representasi perkembangan, kemunduran, dan perubahan tokoh dalam novel Flowers for Algernon yang direpresentasikan melalui metafora dalam lirik lagu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori metafora konseptual Lakoff dan Johnson (1980) sebagai landasan utama analisis serta pendekatan intertekstualitas untuk menjelaskan keterkaitan antara lirik lagu dan novel yang menjadi sumber inspirasinya. Data penelitian berupa ungkapan metaforis dalam lirik lagu Algernon, dikumpulkan melalui metode simak dan teknik catat, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi metafora konseptual, menentukan domain sumber dan domain target, mengklasifikasikan jenis metafora, dan menghubungkannya dengan narasi novel Flowers for Algernon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 data metafora konseptual yang terdiri atas metafora ontologis, struktural, dan orientasional, dengan metafora struktural sebagai jenis yang paling dominan. Domain sumber yang ditemukan meliputi hati, mata, nama, tangan, angin, ombak, mimpi, roti, labirin, pohon, dinding, menara, dan bayangan pohon, yang dipetakan ke berbagai domain target seperti kesadaran, pemahaman, identitas, kemampuan bertindak, harapan, pertumbuhan kognitif, perjalanan hidup, hambatan, memori, dan penerimaan terhadap perubahan. Analisis intertekstual menunjukkan bahwa metafora-metafora tersebut membentuk pola naratif yang sejalan dengan perjalanan Charlie Gordon dalam Flowers for Algernon, yaitu dimulai dari pembentukan kesadaran dan identitas, pertumbuhan kognitif, munculnya hambatan, kemunduran kemampuan intelektual, hingga penerimaan terhadap perubahan. Temuan ini menunjukkan bahwa lirik lagu Algernon tidak sekadar mengadaptasi unsur-unsur novel, tetapi mentransformasikan pengalaman dan perjalanan tokohnya ke dalam rangkaian metafora konseptual yang puitis dan saling berkaitan.
Kata kunci: metafora konseptual, Lakoff dan Johnson, intertekstualitas, Algernon, Flowers for Algernon, Yorushika.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 1
,
PDF Downloads: 1