OPRESI TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI REFLEKSI BUDAYA PATRIARKI DALAM NOVEL "TIGA DALAM KAYU" DAN KUMPULAN CERPEN "KAPAN NANTI" KARYA ZIGGY ZEZSYAZEOVIENNAZABRIZKIE (KAJIAN FEMINISME POLITIK SEKSUAL KATE MILLETT)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya bentuk opresi terhadap perempuan sebagai hasil dari budaya patriarki dalam masyarakat yang direpresentasikan oleh Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie dalam dua karyanya, yaitu novel Tiga Dalam Kayu dan kumpulan cerpen Kapan Nanti. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti bentuk budaya patriarki dan bentuk opresi terhadap perempuan dalam novel Tiga Dalam Kayu dan kumpulan cerpen Kapan Nanti dengan menggunakan teori politik seksi Kate Millett. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan feminisme. Novel Tiga Dalam Kayu dan kumpulan cerpen Kapan Nanti menjadi sumber penelitian ini dengan data berupa dialog dan tindakan tokoh yang dapat berupa penggalan kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang mengandung bentuk budaya patriarki dan bentuk opresi terhadap perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca-catat dan dokumentasi serta metode hermeneutika digunakan untuk menganalisis data yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Tiga Dalam Kayu dan kumpulan cerpen Kapan Nanti merepsentasikan bentuk opresi terhadap perempuan yang sesuai dengan delapan bentuk budaya patriarki menurut teori politik seksi Kate Millett. Delapan bentuk opresi terhadap perempuan dan budaya patriarki tersebut terkandung dalam delapan konsep politik seksual, yaitu aspek ideologis, biologi, sosiologis, kelas, ekonomi dan pendidikan, paksaan, antropologi (mitos dan agama), dan psikologis. Hasil temuan menunjukkan bahwa bentuk budaya patriarki dan opresi terhadap perempuan banyak terdapat dalam aspek sosiologis. Dengan demikian, terdapat kesimpulan dari penelitian bahwa bentuk budaya patriarki dan bentuk opresi terhadap perempuan dalam novel Tiga Dalam Kayu dan kumpulan cerpen Kapan Nanti karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie didominasi oleh bentuk politik seksual dalam aspek sosiologis.
Kata Kunci: Budaya Patriarki, Kate Millett, Opresi, Perempuan, Politik Seksual
Downloads
Downloads
Published
Versions
- 2026-05-23 (2)
- 2026-05-22 (1)
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0