Kekerasan Simbolik dalam Novel Terusir Karya Buya Hamka: Kajian Perspektif Pierre Bourdieu

Authors

  • Afifah Manuhara Putri Wina Universitas Negeri Surabaya
  • Andik Yuliyanto Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kekerasan simbolik, relasi kuasa, dan legitimasi sosial budaya dalam novel Terusir karya Buya Hamka dengan menggunakan kajian perspektif Pierre Bourdieu. Penelitian ini digunakan pendekatan sosiologi sastra dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah novel Terusir karya Buya Hamka. Data penelitian berupa dialog, narasi, tindakan tokoh, dan peristiwa sosial yang ditujukkan praktik kekerasan simbolik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat. Teknik analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif analisis kualitatif. Hasil penelitian ditunjukkan bahwa kekerasan simbolik yang dialami tokoh Mariah berupa fitnah, stigmatisasi, penghilangan hak bersuara, pengucilan sosial, dan perendahan martabat. Relasi kuasa antara Azhar dan Mariah juga diperlihatkan dominasi laki-laki dalam ranah keluarga yang memperoleh dukungan dari lingkungan sosial. Selain itu, norma sosial, nilai budaya, dan habitus penerimaan terhadap penderitaan berperan dalam melegitimasi kekerasan simbolik yang dialami Mariah. Temuan penelitian ditunjukkan bahwa kekerasan simbolik dalam novel Terusir dibentuk dan dipertahankan melalui keterkaitan antara habitus, ranah, serta modal sosial, simbolik, dan budaya yang dimiliki para tokoh.

Kata Kunci: kekerasan simbolik, dominasi, sosiologi sastra

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-13

How to Cite

Putri Wina, A. M., & Yuliyanto, A. (2026). Kekerasan Simbolik dalam Novel Terusir Karya Buya Hamka: Kajian Perspektif Pierre Bourdieu. Sapala Hata, 13(2), 187–198. Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-sapala/article/view/78988
Abstract views: 3 , PDF Downloads: 5