Representasi Ketimpangan Gender pada Film Sehidup Semati: Analisis Wacana Feminis Sara Mills

Authors

  • Melani Aziz Universitas Negeri Surabaya
  • Andik Yuliyanto Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Ketimpangan gender merupakan persoalan sosial yang masih kerap terjadi di lingkungan sekitar dan direpresentasikan dalam berbagai media, termasuk film. Film sebagai karya seni tidak hanya menyampaikan hiburan, tetapi juga merefleksikan relasi kuasa dan konstruksi sosial dalam masyarakat. Sehidup Semati  merupakan salah satu film Indonesia 2024 yang menyajikan narasi tentang relasi laki-laki dan perempuan dalam konteks sosial dan budaya yang sarat akan ketimpangan. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana representasi ketimpangan gender pada film tersebut melalui teori analisis wacana feminis Sara Mills. Fokus utama terletak pada bagaimana posisi subjek, objek, dan penonton dalam wacana yang dibangun dalam film Sehidup Semati. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa dialog dan narasi dari film yang dianalisis berdasarkan teori wacana feminis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik simak dan catat. Hasil penelitian pada film Sehidup Semati ditampilkan berbagai dinamika relasi gender yang menunjukkan adanya ketimpangan terhadap perempuan dalam kehidupan sosial. Melalui dialog dan adegan yang disajikan, tergambar bagaimana perempuan dikonstruksikan dalam posisi tertentu yang cenderung tidak setara. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam kajian analisis wacana feminis, serta meningkatkan pemahaman kritis terhadap isu-isu ketidakadilan gender dalam media maupun lingkungan sekitar.

Kata kunci: analisis wacana, film, ketimpangan gender, representasi, Sara Mills

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-07-04 — Updated on 2026-07-06

Versions

How to Cite

Melani Aziz, & Andik Yuliyanto. (2026). Representasi Ketimpangan Gender pada Film Sehidup Semati: Analisis Wacana Feminis Sara Mills. Sapala Hata, 13(2), 304–318. Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-sapala/article/view/79737 (Original work published July 4, 2026)
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0