KETIDAKADILAN SOSIAL PADA TOKOH EKSIL POLITIK DALAM NOVEL-NOVEL LEILA S. CHUDORI (TEORI RELASI KUASA MICHEL FOUCAULT)
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis ketidakadilan sosial pada tokoh eksil politik dalam novel Pulang dan Namaku Alam karya Leila S. Chudori menggunakan pendekatan mimetik. Jenis penelitian yang digunakan merupakan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian yang digunakan merupakan novel Pulang dan Namaku Alam Karya. Data penelitian yang digunakan berupa kutipan dialog dan narasi yang menggambarkan ketidakadilan sosial tokoh eksil politik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca dan mencatat secara intensif isi novel. Teknik analisis data dilakukan berdasarkan teori hubungan kuasa Michel Foucault. Hasil penelitian ditemukan tiga bentuk hubungan kekuasaan yaitu, hubungan kekuasaan atas pikiran, hubungan kekuasaan atas tubuh, dan resistensi kekuasaan. (1) Relasi kuasa atas pikiran tampak melalui propaganda, stigma sosial, dan pengawasan yang membentuk kepatuhan masyarakat. (2) Relasi kuasa atas tubuh terlihat melalui intimidasi, interogasi, kekerasan fisik, dan kontrol terhadap kehidupan tokoh. Sementara itu, (3) resistensi kekuasaan diwujudkan melalui upaya tokoh menjaga ingatan sejarah, menulis kembali sejarah yang menghapus negara, dan mempertahankan identitas dan kemanusiaan mereka. Dengan demikian, kedua novel karya Chudori diperlihatkan praktik kekuasaan Orde Baru yang tidak hanya dilakukan melalui tekanan fisik, tetapi pengaruhnya terhadap pola pikir dalam kehidupan sosial masyarakat. Melalui gambaran tokoh yang terdapat dalam novel, terlihat bahwa kekuasaan dapat dijalankan melalui Berbagai bentuk pengendalian seperti kebebasan dan pembentukan cara memandang masyarakat.
Kata Kunci: kekuasaan, ketidakadilan sosial, hubungan kekuasaan.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 12
,
PDF Downloads: 12