Analisis Campur Kode dalam Konten TikTok Parodi《阿姨》Ai Surabaya 对泗水阿姨模仿秀TikTok内容中语码混合的分析
Keywords:
Campur Kode, Faktor, Parodi Ai SurabayaAbstract
Parodi 《阿姨》 Ai Surabaya merupakan sebuah konten video TikTok yang dibuat oleh salah satu kreator konten bernama Brandon De Angelo sebagai sarana untuk menggambarkan dan mengekspresikan kebiasaan sehari-hari melalui peniruan perilaku para bibi keturunan Tionghoa-Indonesia yang tinggal di Surabaya yang dalam tuturannya menggunakan setidaknya tiga sampai lima bahasa, yaitu bahasa Jawa dialek Arekan, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, dan bahasa Hokkien. Penggunaan multibahasa inilah yang menyebabkan sering terjadinya campur kode dalam setiap tuturan 《阿姨》 Ai Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode dalam konten TikTok parodi 《阿姨》Ai Surabaya. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif degan teknik dokumentasi metode simak bebas libat cakap dan catat, serta teknik angket, kemudian dianalisis berdasarkan teori bentuk campur kode Muysken (2000) dan teori faktor penyebab terjadinya campur kode Bhatia & Ritchie (2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang paling banyak ditemukan adalah penyisipan (insertion), sedangkan bentuk yang paling sedikit ditemukan adalah leksikalisasi kongruen (congruent lexicalization); serta faktor penyebab campur kode yang paling dominan adalah faktor indeksikal (participants), sementara faktor yang paling sedikit pengaruhnya adalah faktor situasional (situational factors).
Downloads
References
Bhatia, T. K., & Ritchie, W. C. (2013). The Handbook of Bilingualism and Multilingualism (2nd ed.). Chichester: Wiley Blackwell.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Aproaches (6th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications
Holmes, J., & Wilson, N. (2022). An Introduction to Sociolinguistics (6th ed.). Abingdon: Routledge.
Kusmiaji, I. G. N. K., Krisyani, & Amri, M. (2023). Media Sosial TikTok sebagai Puisi Kreatif berbasis Literasi Digital. Jurnal Pena Indonesia 8(1), 9-23. Retrieved from https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpi/article/view/15835
Laurensia, F., & Subandi. (2023). Campur Kode dan Alih Kode dalam Tuturan Masyarakat Pedagang di Pasar Atom Surabaya. Jurnal Bahasa Mandarin 6 (2):143-60. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/manadarin/article/view/58814
Lofland. (2006). Analyzing Social Settings: A Guide to Qualitative Observation and Analysis (4th ed.). Toronto: Wadsworth.
Moleong, L. J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif (edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muysken, P. (2000). Bilingual Speech: A Typology of Code-Mixing. Cambridge: Cambridge University Press.
Statista. (2026). Countries with the Highest Number of TikTok Users in 2025 (in millions). https://www.statista.com/statistics/1659142/tiktok-users-worldwide-by-country/ (diakses pada 14 Februari 2026).
Taniago, S. F. S., & Mintowati, M. (2023). Alih Kode dan Campur Kode pada Video Youtube WAYV-LOG. Jurnal Bahasa Mandarin, 6(1), 225–236. Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/manadarin/article/view/55787.
Wardhaugh, R. (2006). An Introduction to Sociolinguistics (5th ed.). Oxford: Blackwell Publishing Ltd.
冉, 永平. (2006). 语用学:现象与分析. 北京:北京大学出版社.
祝晓宏. (2011). The Study on Language Stylistic Parody. TCSOL Studies, (04),86-93. https://doi.org/10.16131/j.cnki.cn44-1669/g4.2011.04.012.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 22
,
PDF Downloads: 17