Representasi Bullying Pada Perempuan Dalam Drama Reborn 《焕羽》 Huàn Yǔ Karya 《刘紫微》Liú Zǐwēi
Keywords:
Representasi, Bullying, Perempuan, Drama Tiongkok, Reborn 《焕羽》Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindakan bullying yang direpresentasikan dan bagaimana representasi bullying terhadap perempuan dalam drama Reborn 《焕羽》Huàn Yǔ karya 《刘紫微》Liú Zǐwēi. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dialog dan adegan dalam drama yang terdiri dari 23 episode. Teknik Pengumpulan Data dilakukan melalui Teknik Simak Bebas Libat Cakap (TSBLC) dan teknik catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara bertahap mulai dari identifikasi hingga penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori bullying Barbara Coloroso (2006) yang mengklasifikasikan bullying ke dalam tiga bentuk, yaitu verbal, nonverbal, dan relasional. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 41 data bullying yang terdiri atas 12 data bullying verbal, 12 data bullying nonverbal, dan 17 data bullying relasional. Bullying verbal meliputi ejekan, sindiran, intimidasi, ancaman, serta pelabelan yang merendahkan korban melalui kata-kata. Bullying nonverbal meliputi perusakan barang, tindakan fisik mempermalukan di ruang publik, serta intimidasi dan dominasi tubuh korban oleh tokoh laki-laki. Bullying relasional meliputi penyebaran gosip, pengucilan sosial, stigmatisasi penyakit, serta perusakan reputasi melalui media sosial. Ketiga bentuk bullying tersebut merepresentasikan perempuan sebagai pihak yang rentan, dengan kekerasan yang bersifat kolektif dan berdampak mendalam pada kondisi psikologis serta identitas sosial korban. Penelitian ini mengisi celah kajian yang ada, mengingat kajian serupa pada drama Tiongkok kontemporer, khususnya dalam kerangka teori Coloroso dengan fokus representasi bullying terhadap perempuan, masih sangat terbatas dalam literatur akademik.
Downloads
References
Ahmadi, A. (2019). Metode penelitian sastra: Perspektif monodisipliner dan interdisipliner. Penerbit Graniti.
Barker, C. (2013). Cultural studies: Teori dan praktik (Nurhadi, Trans.). Kreasi Wacana. Coloroso, B. (2006). Penindas, tertindas dan penonton: Menjadi orangtua/guru peduli generasi. PT Serambi Ilmu Semesta.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. Sage
Publications.
Jannah, A. T., & Setiawati, D. (2022). Bullying relasional pada siswa di sekolah. Jurnal BK
Unesa.
Lestari, R. D., & Kowi, M. S. (2024). Dampak dan pencegahan perundungan (bullying) di
lembaga pendidikan Indonesia. SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education, 5(2), 109–119. https://doi.org/10.32332/social-pedagogy.v5i2.9524
Mahsun. (2017). Metode penelitian bahasa: Tahapan, strategi, metode, dan tekniknya. Rajawali Pers.
Moleong, L. J. (2017). Metode penelitian kualitatif (Cet. ke-36). PT Remaja Rosdakarya.
Pajri, D. N. (2024). Dampak psikologis akibat tindakan bullying pada remaja terhadap kesehatan mental. Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora, 8(1), 58–64.
https://doi.org/10.33369/jkaganga.8.1.58-64
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 2
,
PDF Downloads: 1