Interferensi Sintaksis dalam Penerjemahan Bahasa Mandarin-Bahasa Indonesia(BM-BI) dan Bahasa Indonesia-Bahasa Mandarin(BI-BM) Mahasiswa Kelas 2012 A Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Surabaya
Keywords:
Interferensi, sintaksis, Mandarin, Indonesia, penerjemahanAbstract
Bahasa Mandarin menjadi salah satu bahasa asing yang banyak diminati selain bahasa Inggris mengingat ekonomi-perdagangan dunia telah didominasi oleh China. Itulah mengapa bahasa Mandarin menjadi salah satu bahasa asing yang dipelajari di Indonesia. Pembelajaran bahasa Mandarin tentu tidak mudah bagi mahasiswa Indonesia, karena setiap bahasa mempunyai unsur dan sistem yang berbeda dengan bahasa lain, termasuk bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Kebiasaan menggunakan bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia secara bergantian tidak menutup kemungkinan menimbulkan terjadinya penyimpangan kaidah bahasa dua bahasa tersebut, yang disebut interferensi. Peristiwa interferensi tidak hanya terjadi dalam tuturan yang disampaikan secara lisan, tetapi juga dalam tuturan yang disampaikan secara tertulis. Interferensi tertulis yang sering terjadi pada mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Mandarin salah satunya adalah ketika mahasiswa menerjemahkan kalimat bahasa Mandarin ke dalam kalimat bahasa Indonesia dan sebaliknya. Penelitian ini berfokus pada interferensi sintaksis dalam penerjemahan bahasa Mandarin-bahasa Indonesia(BM-BI) dan bahasa Indonesia-bahasa Mandarin(BI-BM) mahasiswa kelas 2012 A Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Surabaya, dengan menentukan bentuk-bentuk interferensi sintaksis dan faktor- faktor penyebab terjadinya interferensi. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik tes dan teknik angket. Teknik analisis hasil tes menggunakan metode padan dan teknik analisis hasil angket menggunakan metode deskripsi persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi sintaksis terdiri dalam empat bentuk, yaitu interferensi struktur inti-keterangan meliputi konstruksi nomina + adjektiva terdapat 3 bentuk interferensi, nomina + nomina yaitu konstruksi posesif terdapat 3 bentuk interferensi dan konstruksi nomina + kata bantu terdapat 5 bentuk interferensi, dan verba + adverbia terdapat 3 bentuk interferensi; interferensi penggunaan kata ‘yang’ ( 的 de) terdapat 3 bentuk interferensi; interferensi penggunaan kata tugas terdapat 31 bentuk interferensi; dan interferensi pola struktural urutan kata terdapat 2 bentuk interferensi. Dari keempat bentuk interferensi sintaksis tersebut, interferensi sintaksis bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin lebih dominan dibandingkan interferensi sintaksis bahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia. Faktor penyebab terjadinya interferensi sintaksis karena kedwibahasaan mahasiswa, kesulitan membedakan struktur dan kosa kata bersinonim bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia, ketidakpahaman mahasiswa terhadap tata bahasa Mandarin, kurangnya pemahaman terhadap penyusunan kata dalam kalimat, lingkungan belajar, dan cara mengajar dosen, serta pengaruh B1 terhadap B2.
Downloads
References
Ahmad, Mokhtar dan Basil Wijasuriya. 1987. Kesalahan Bahasa dalam Bahasa Malaysia: Masalah dan Kesalahan-Kesalahan dalam Terjemahan. Kuala Lumpur: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementerian Pelajaran Malaysia.
Alieva, N.F., dkk. 1991. Bahasa Indonesia: Deskripsi dan Teori. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Aslinda dan Leni Syafyahya. 2010. Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: PT Refika Aditama.
Burdah, Ibnu. 2004. Menjadi Penerjemah: Metode dan Wawasan Menerjemah Teks Arab. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.
Chaer, Abdul. 2012. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2010. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Denes, I Made. 1994. Interferensi Bahasa Indonesia dalam Pemakaian Bahasa Bali di Media Massa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Emzir. 2015. Teori dan Pengajaran Penerjemahan. Jakarta: Rajawali Pers.
Machali, Rochayah. 2000. Pedoman bagi Penerjemah. Jakarta: PT Grasindo.
Robins, R.H. 1992. Linguistik Umum: Sebuah Pengantar. Diterjemahkan oleh Soenarjati Djajanegara. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Safitri, Yunita. 2009. “Analisis Kesalahan Penerjemahan Kalimat Berbahasa Jepang ke dalam Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Taman.” Skripsi tidak diterbitkan. Surabaya: JPBJ FBS UNESA.
Soedibyo, Mooryati. 2004. Analisis Kontrastif: Kajian Penerjemahan Frasa Nomina. Surakarta: Pustaka Cakra.
Suryani, Dian. 2007. “Interferenced Indonesian Uttered by Indonesian Chinese in Semarang.” Undergraduate Thesis. http://eprints.undip.ac.id/2473/, diakses pada 14 Desember 2015 pukul 16.31.
Tarigan, Henry Guntur. 1992. Pengajaran Analisis Kontrastif Bahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur dan Djago Tarigan. 1988. Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
程洲, dkk. 2008. 《成功之路 进步篇 读和写: 第一册》. 北京: 北京语言大学出版社.
李萌. 2011. “韩国留学生汉语介词的使用偏误分析: 关于、对、对于.” 湖南: 湖南师范大学学位论文. http://www.doc88.com/p-784440822290.html, diakses pada 11 Juni 2016.
李晓琪. 2002. 《汉语常用词用法词典》. 北京: 北京大学出版社.
李忆民. 2011. 《现代汉语常用词用法词典》. 北京: 北京语言大学出版社.
王清丽. 2012. “外国留学生使用汉语连词的偏误分析.” 云南: 云南师范大学国际汉语教育学院. http://xueshu.baidu.com/s?wd=paperuri%3A%28d2900b0f2648cb0caf46c42d65d68664%29&filter=sc_long_sign&tn=SE_xueshusource_2kduw22v&sc_vurl=http%3A%2F%2Fwww.doc88.com%2Fp-1863068662189.html&ie=utf-8&sc_us=16232072372775995249, diakses pada 11 Juni 2016.
武惠华. 2006. 《中级汉语: 下册》. 北京: 北京语言大学出版社.
吴晓露 dan 程朝晖. 2009. 《说汉语 谈文化: 上册》. 北京: 北京语言大学出版社.
肖溪强 dan 朱敏. 2008. 《汉语初级强化教程: 综合课本 II》. 北京: 北京大学出版社.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 2
,
PDF Downloads: 2