KEEFEKTIFAN MEDIA FLANNELGRAPH TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA DAN PENYUSUNAN KALIMAT SEDERHANA BAHASA MANDARIN SISWA KELAS X AP 1 SMKN 8 SURABAYA TAHUN AJARAN 2017/2018
Keywords:
Media flannelgraph, penguasaan kosakata, kalimat sederhanaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan, keefektifan, dan respon siswa dalam menggunakan media flannelgraph terhadap penguasaan kosakata dan penyusunan kalimat sederhana bahasa Mandarin. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMKN 8 Surabaya tahun ajaran 2017/2018, sedangkan untuk pemilihan sampel ini dilakukan secara acak atau cluster random sampling, dan didapatkan kelas X AP 1 sebagai kelas eksperimen dan X AP 2 sebagai kelas kontrol, dengan jumlah siswa masing-masing kelas adalah 30 siswa. Untuk mengetahui keefektifan media flannelgraph diperlukan analisis data, yang berupa lembar observasi guru dan siswa, lembar soal pretest-posttest, lembar angket respon siswa.
Hasil observasi guru pada pertemuan pertama kelas eksperimen diperoleh persentase sebesar 85,95% pertemuan kedua sebesar 95% dan hasil observasi siswa pertemuan pertama sebesar 75% pertemuan kedua diperoleh sebesar 88,63%. Kedua hasil tersebut berdasarkan kriteria skala Likert masuk dalam kriteria sangat baik. Data hasil tes pembelajaran dengan menggunakan media flannelgraph diperoleh kelas eksperimen pretest sebesar 53,6 dan posttest sebesar 86,2 dengan kenaikan sebesar 62%. Kelas kontrol pretest sebesar 35,6 dan posttest sebesar 53,9 dengan kenaikan sebesar 52%. Dari hasil
perhitungan t-score diperoleh data pada t-tabel diperoleh 2,39, t0 lebih besar dari (9,8>2,39). Maka H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti keefektifan media flannelgraph berpengaruh terhadap penguasaan kosakata dan penyusunan kalimat sederhana bahasa Mandarin.
Dari angket yang diberikan sebagian besar siswa memberi respon setuju dengan menggunakan media flannelgraph terhadap penguasaan kosakata dan penyusunan kalimat sederhana bahasa Mandarin. Diperoleh persentase pada butir soal no.8 adalah 87,5%, berdasarkan skala Likert termasuk dalam kriteria sangat baik. Persentase tersebut diartikan bahwa siswa merespon positif penggunaan media flannelgraph terhadap penguasaan kosakata dan penyusunan kalimat sederhana bahasa Mandarin.
Downloads
References
Benny dan Elret Tantiana. 2015. “Hasil Belajar Keterampilan Menulis melalui Pendekatan Scientific Siswa Kelas X MIA 3 SMAN 1 Taman.” Jurnal Dosen Fakultas Bahasa dan Seni, online. http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/laterne/article/view/12266/11336/article.pdf, diakses pada 13 April 2018 pukul 09.22.
Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Mintowati. 2017. “Pembelajaran Bahasa Mandarin di Sekolah: Pendekatan dan Metode Alternatif.” Jurnal Cakrawala Mandarin, Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia, online. http://jurnal-apsmi.org/index.php/CM/article/download/25/11, diakses pada 30 Maret 2018 pukul 06.53.
Musfiqon. 2012. Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Jakarta: PT Prestasi Pustakaraya.
Sadiman, Arief S., dkk. 2014. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
刘刚 dan 马德俊. 2010. “教学设计中教师自身因素对媒体选择的影响.” 江苏: 徐州师范大学信息传播学院. http://oversea.cnki.net/kcms/detail/detail.aspx?recid=&FileName=XJJS201008023&DbName=CJFD2010&DbCode=CJFD, diakses pada 10 Desember 2018 pukul 08.40.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 1
,
PDF Downloads: 1