KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN MENYUSUN KALIMAT SEDERHANA BAHASA MANDARIN BAGI PESERTA DIDIK KELAS X MIPA SMA MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA
Keywords:
kalimat sederhana, media puzzleAbstract
Minat dan kemampuan menyusun kalimat sederhana bahasa Mandarin peserta didik kelas
X MIPA SMA Muhammadiyah 2 Surabaya masih minim, serta metode pembelajaran yang masih monoton menjadi dasar penulisan penelitian yang berjudul “Keefektifan Media Puzzle terhadap Kemampuan Menyusun Kalimat Sederhana Bahasa Mandarin Peserta Didik Kelas X MIPA SMA Muhammadiyah 2 Surabaya”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) penerapan media puzzle dalam pembelajaran menyusun kalimat sederhana bahasa Mandarin bagi peserta didik kelas X MIPA SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, 2) keefektifan penggunaan media puzzle terhadap kemampuan menyusun kalimat sederhana bahasa Mandarin bagi peserta didik kelas X MIPA SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, dan 3) respon peserta didik terhadap penggunaan media puzzle dalam pembelajaran menyusun kalimat sederhana bahasa Mandarin bagi peserta didik kelas MIPA SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Penelitian eksperimen ini menggunakan desain true experimental design dalam bentuk pretest posttest design. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, tes, dan teknik angket. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah (1) lembar observasi, (2) soal pre test dan post test, dan (3) angket. Data observasi dan data angket respon dianalisis dengan teknik persentase, sedangkan data tes dianalisis dengan rumus uji-t.
Setelah dilakukan analisis, maka didapat hasil sebagai berikut, (1) Hasil observasi aktivitas pendidik dan peserta didik berjalan baik. Hasil observasi aktivitas pendidik sebesar 89,58% pada kelas eksperimen dan 91,67% pada kelas kontrol. Hasil observasi aktivitas peserta didik sebesar 91,67% pada kelas eksperimen dan 93,18% pada kelas kontrol. Hasil tersebut diklasifikasi menggunakan skala Likert dan menunjukkan hasil proses penggunaan media puzzle sangat baik digunakan dalam pembelajaran menyusun kalimat sederhana bahasa Mandarin. (2) Hasil analisis data pretes dan postes diperoleh dari hasil uji t – signifikan dengan t-test = 3,98 dan db = 45. Jika melihat tabel taraf 5% dengan t-test = 3,98 dan db = 45, ts 0,05 = 2,25 menunjukkan t-test lebih besar daripada t tabel (3,98 > 2,25). Berdasarkan hal tersebut, berarti media puzzle efektif digunakan dalam pembelajaran menyusun kalimat sederhana peserta didik kelas X MIPA SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. (3) Hasil analisis angket respon peserta didik yang terdiri atas tujuh butir pernyataan menghasilkan persentase sebesar 75% yang termasuk dalam kriteria baik pada skala Likert. Hal tersebut membuktikan bahwa media puzzle mendapatkan respon yang baik dan berpengaruh terhadap kemampuan menyusun kalimat sederhana bahasa Mandarin peserta didik kelas X MIPA SMA Muhammadiyah 2 Surabaya.
Downloads
References
Aditya, Rendy. 2017. “Kesalahan Berbahasa dalam Karangan Deskripsi Berbahasa Mandarin Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin.” Paramasastra, online, Vol. 4, No. 1. http://journal.unesa.ac.id/index.php/paramasastra, diakses pada 12 Juli 2018.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Mintowati. 2017. “Pembelajaran Bahasa Mandarin di Sekolah: Pendekatan dan Metode Alternatif.” Jurnal Cakrawala Mandarin, Asosiasi Program Studi Bahasa Mandarin Indonesia, online, Vol. 1, No. 1. http://jurnal-apsmi.org/index.php/CM/article/view/25/11, diakses pada 18 Februari 2018.
Riduwan. 2012. Pengantar Statistika untuk Penelitian Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi, dan Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Rohmatillah, Rodia. 2013. “Implementasi Bahasa Mandarin sebagai Bahasa Asing di SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik.” Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, online, Vol. 1, No. 2.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 1
,
PDF Downloads: 1