PENGAWASAN TAHANAN DI RUMAH TAHANANKEPOLISIAN RESORT KOTA BESAR SURABAYA

  • NARIFUL HUDAH

Abstract

Abstrak 

Tahanan kepolisian yang berhasil melarikan diri di Kepolisian Resort Kota Besar Surabayayang mengindikasikan pengawasan yang dilakukan Satuan Tahanan dan Barang Bukti Polrestabes Surabaya (Sattahti) masih belum maksimal, meskipun secara kuantitatif kejadian tersebut hanya terjadi dengan jumlah tahanan yang ada dalam rumah tahanan polrestabes Surabaya berjumlah 36 untuk bulan Januari dan 42 untuk bulan Februari per tahun 2016. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui pengawasanKepolisian Resort Kota Besar Surabaya terhadap tahanan dan hambatannya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis, lokasi penelitian di Kepolisian Resort Kota BesarSurabaya, informan petugas jaga tahanan dan tahanan, jenis data ada dua yaitu data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data terbagi menjadi tiga yaitu dokumentasi, wawancara dan observasi, teknik pengolahan data menggunakan teknik editing, sedangkan teknik analisis data berupa desktriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa pengawasan jaga tahanan di Sattahti Polrestabes Surabaya masih terlalu kaku dalam penerapan jumlah petugas jaga tahanan yang dalam ketentuan Peraturan Kapolrihanya memberikan batas minimal dua petugas namun tidak terbatas pada jumlah maksimal, dengan dua petugas jaga tahanan yang mengawasi total 315 tahanan dalam implementasinya tentu sangat riskan dengan hal-hal yang tidak diinginkan seperti tahanan melarikan diri ataupun keributan antar tahanan. Dan Hambatan yang dihadapi oleh Sattahti terkait pengawasan yang efektif dan efesian ialah kurangnya petugas jaga yang ditempatkan disetiap bloknya, sarana berupa ruang tahanan yang rusak atau tidak layak serta kondisi berlebihan atau overload pada kamar hunian turut mempengaruhi pengawasan yang dilakukan Sattahti Polrestabes Surabaya.

Kata Kunci : penyidikan, rumah tahanan, pengawasan jaga tahanan.

 

Abstract

Prisoners police who managed to escape in Polrestabes Surabaya, which indicates the oversight conducted Sattahti still not up, though quantitatively these events happen only once according to provisional data obtained by researchers, the number of prisoners who are in prison Polrestabes Surabaya total of 36 to January and February 42 for the year 2016. Thepurpose of writing this article to know the supervision of the Surabaya City Resort Police against prisoners and to determine the obstacles supervision of the guard duty officer in the Police Resort of Surabaya Besar City.The method used is the juridical sociology while data analysis techniques such as qualitative desktriptif.The results showed that the supervision of guard prisoners in SattahtiPolrestabes Surabaya still too rigid in the application of the number of guard prisoners in the provisions of the Regulation only provides for a minimum of two officers but not limited to the maximum amount, with two guard prisoners who oversees a total of 315 prisoners in implementation is certainly very risky with things that are not desirable as prisoners escaped or commotion among prisoners. And Barriers faced by Related Sattahti effective monitoring and efesien is the lack of the guard stationed at each of blocks, means in the form of a detention room faulty or improper and excessive or overload conditions on occupancy rooms also influence the supervision carried out SattahtiPolrestabes Surabaya.

Keyword :instivegated, jail, keep control of prisoner

Published
2017-04-15
Section
ART 1
Abstract View: 42
DOCX Download: 21 PENGAWASAN TAHANAN DI RUMAH TAHANAN KEPOLISIAN RESORT KOTA BESAR SURABAYA Download: 0