PENGARUH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA SENTRA SENI TERHADAP KEMAMPUAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NURUL AMIN SURABAYA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada sentra seni terhadap kemampuan kreativitas anak usia 5-6 tahun di TK Nurul Amin Surabaya. Kreativitas merupakan kompetensi esensial yang mencakup indikator kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe one-group pretest-posttest design pada sampel sebanyak 8 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes menggunakan instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (α= 0.986). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 25,25 pada pre-test menjadi 36,13 pada post-test. Namun, hasil uji hipotesis Paired Samples T-Test memberikan nilai signifikansi sebesar 0,950 (> 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan secara statistik dalam durasi intervensi singkat selama tiga hari. Meskipun demikian, secara kualitatif ditemukan perubahan signifikan pada antusiasme dan keberanian anak dalam mengeksplorasi media seni. Disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mampu menciptakan iklim belajar yang inklusif, namun pengembangan aspek kreativitas yang mendalam memerlukan stimulasi yang lebih berkelanjutan
Downloads
References
Andini, D. W. (2016). "Differentiated Instruction": Solusi pembelajaran dalam keberagaman siswa di kelas inklusif. Jurnal Pendidikan Khusus, 12(1), 46-59.
Anggraena, Y. (2022). Kurikulum untuk pemulihan pembelajaran. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Faiz, A., Pratama, A., & Kurniawaty, I. (2022). Pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(2), 2844-2848. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i2.4364
Hariyanto, A. (2021). Strategi pengembangan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan seni rupa. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1435-1444. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.842
Herwina, W. (2021). Optimalisasi kebutuhan murid dan hasil belajar dengan pembelajaran berdiferensiasi. Jurnal Persada, 4(2), 48-60.
Kamila, S. R., & Khadijah, K. (2023). Analisis kemampuan kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui sentra seni. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 11(1).
Marlina. (2019). Panduan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah inklusif. Kamila-Press Indonesia.
Mulyasa, H. E. (2023). Penerapan Kurikulum Merdeka di Pendidikan Anak Usia Dini. Remaja Rosdakarya.
Munandar, U. (2014). Pengembangan kreativitas anak berbakat. Rineka Cipta.
Pusat Kurikulum dan Pembelajaran. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen: Pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan menengah. Kemendikbudristek.
Rachmawati, Y., & Kurniati, E. (2010). Strategi pengembangan kreativitas pada anak usia taman kanak-kanak. Kencana.
Santyasa, I. W. (2018). Metodologi penelitian eksperimen. Undiksha Press.
Suwartini, S., & Mutmainnah, M. (2022). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada anak usia dini di lembaga PAUD. Jurnal Pendidikan Anak, 11(2), 161-170.
Sya’adah, H., Jannah, R., & Handayani, T. (2025). Implementasi strategi pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 45-58.
Tomlinson, C. A. (2017). How to differentiate instruction in academically diverse classrooms (3rd ed.). ASCD.
Torrance, E. P. (1974). The Torrance tests of creative thinking: Technical-norms manual. Scholastic Testing Service.
Wahyuni, A. S. (2022). Literature review: Pendekatan berdiferensiasi dalam pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan MIPA, 12(3), 618-626.
Abstract views: 3
,
PDF Downloads: 0