Peningkatan Kemampuan Komunikasi Lisan Anak melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Bahasa Arab dengan Praktik Percakapan Berpasangan
Abstract
Kemampuan komunikasi lisan merupakan salah satu aspek perkembangan bahasa yang penting pada anak usia dini. Kemampuan tersebut perlu distimulasi melalui kegiatan yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mendengarkan, menirukan, memahami, dan menggunakan bahasa dalam interaksi secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi lisan anak melalui kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Arab dengan praktik percakapan berpasangan di salah satu Lembaga RA di Kabupaten Gresik. Subjek penelitian adalah 22 anak kelompok A usia 4–5 tahun. Materi difokuskan pada ungkapan salam, menjawab salam, menanyakan kabar, dan menjawab pertanyaan tentang kabar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas tahap prasiklus, siklus I, dan siklus II. Kegiatan dilakukan melalui pemberian contoh oleh guru, peniruan ungkapan, pengulangan materi, praktik percakapan secara berpasangan, dan pergantian peran. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap prasiklus terdapat 10 anak atau 45,45% yang memenuhi kriteria kemampuan yang diamati. Pada siklus I meningkat menjadi 14 anak atau 63,64%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 17 anak atau 77,27%. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 31,82 poin persentase dari prasiklus sampai siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik percakapan berpasangan dalam kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Arab dapat menjadi salah satu kegiatan untuk menstimulasi kemampuan komunikasi lisan anak, khususnya dalam menggunakan ungkapan salam dan menanyakan kabar dengan teman sebaya.
Downloads
Abstract views: 23
,
PDF Downloads: 19