JEMPUT BOLA TERPADU: (SEBUAH ANALISIS STRATEGI OPTIMALISASI LAYANAN ADMINDUK DI KABUPATEN SIDOARJO)
DOI:
https://doi.org/10.26740/publika.v12n3.p739-752Kata Kunci:
Strategi, Administrasi Kependudukan, layanan JBT SayangAbstrak
Dispendukcapil Kabupaten Sidoarjo menciptakan layanan jemput bola terpadu sebagai upaya dalam mengoptimalkan layanan administrasi kependudukan, mewujudkan tertib administrasi dan meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan. JBT Sayang merupakan layanan unggulan dan reguler. Namun dalam pelaksanaannya, JBT Sayang mengalami beberapa kendala seperti kurangnya sosialisasi terkait persyaratan yang dibutuhkan, kendala pada jaringan serta keterbatasan waktu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan layanan JBT Sayang sebagai strategi optimalisasi layanan adminduk di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian berdasarkan pada teori proses manajemen strategi menurut Ramli dan Kartini yang meliputi identifikasi visi dan misi, analisis internal dan eksternal, formulasi strategi, implementasi strategi, evaluasi dan kontrol. Data dalam penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dispendukcapil Kabupaten Sidoarjo telah berupaya maksimal dalam melaksanakan layanan JBT Sayang melalui kekuatan yang dimiliki yakni struktur organisasi, budaya organisasi, sumber daya manusia yang berkompeten dan bentuk program yang didesain sebagai layanan terintegrasi. Penerapan layanan JBT Sayang yang dilakukan oleh Dispendukcapil telah tepat sehingga terjadi peningkatan kepemilikan dokumen kependudukan di Kabupaten Sidoarjo. Namun terdapat kendala seperti kurangnya jumlah pegawai, keterbatasan sarana dan prasarana, karakter/pola pikir pemohon serta kurang detailnya penyebaran informasi oleh pemerintah desa. Saran yang dapat diberikan yakni: melengkapi sarana dan prasarana, meningkatkan sistem sosialisasi, mengupayakan penambahan pegawai, serta melibatkan lebih jauh peran pemerintah desa sebagai media penyebarluasan informasi.
Unduhan
Abstract views: 203
,
PDF Downloads: 137



