IMPLEMENTASI PROGRAM DESA WISATA DI DESA SAWAHAN KECAMATAN WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK
Kata Kunci:
Implementasi, Desa Wisata, Pariwisata Berbasis MasyarakatAbstrak
Pariwisata memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang pengelolaannya kini diarahkan pada pendekatan Community Based Tourism (CBT). Konsep ini mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata yang mengintegrasikan potensi alam, buatan, dan budaya secara partisipatif. Desa Sawahan di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu desa yang mengembangkan program desa wisata. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Program Desa Wisata di Desa Sawahan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori implementasi kebijakan bottom-up menurut Elmore, Lipsky, O’Porter, dan Hjern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program melibatkan jaringan aktor, yaitu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, pemerintah desa, Pokdarwis Duren Sari, dan masyarakat. Kebijakan bersifat bottom-up, tercermin dari pengelolaan paket wisata dan unit usaha homestay oleh masyarakat sebagai pelaksana utama, sementara pemerintah desa berperan sebagai pembina dan dinas sebagai penasihat. Meskipun peran aktor telah berjalan cukup baik, evaluasi program belum dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, serta pelatihan dari dinas belum optimal. Partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, juga masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi rutin, peningkatan kapasitas pengelola, serta inovasi atraksi wisata agar manfaat program lebih dirasakan secara merata dan berkelanjutan
Unduhan
Referensi
Devi, S. S., & Rahaju, T. (2025). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Wisata Simathani Marurup Kabupaten Tulungagung. Jurnal Hukum, Administrasi Publik Dan Negara, 2(3), 24–51. https://doi.org/10.62383/hukum.v2i3.261
Giampiccoli, A. (2020). Community-based tourism: Origins and present trends. African Journal for Physical Health Education, Recreation and Dance, 21(2), 675–687.
Jadesta Jawa Timur. (2024). Desa Wisata Duren Sari Sawahan. https://jatim.jadesta.com/desa/duren_sari_sawahan
Jadesta Kemenparekraf. (2025). Jatim Jadesta. https://jatim.jadesta.com/
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2021). ADWI 2021 : 4000 Desa Wisata [Siaran pers]. Mei. https://jadesta.kemenparekraf.go.id/berita
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2025). Peta Sebaran – Jejaring Desa Wisata (Jadesta). https://jadesta.kemenparekraf.go.id/sebaran
Kementerian Pariwisata, & Ekonomi Kreatif. (2023). Kemenparekraf Perkuat Peran Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Desa Wisata. https://jadesta.kemenparekraf.go.id/berita/130632
Mandasari, O. P., & Prabawati, I. (2021). Implementasi Kebijakan Pengembangan Kawasan Agropolitan di Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Publika, 8(4), 1–10.
Parsons, D. W. (2005). Public policy: An introduction to the theory and practice of policy analysis. Edward Elgar Publishing.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek. (2021). Peraturan Daerah Kabupaten Trenggalek Nomor 3 Tahun 2021 tentang Desa Wisata.
Pitana, I. G., & Gayatri, P. G. (2005). Sosiologi pariwisata: kajian sosiologis terhadap struktur, sistem, dan dampak-dampak pariwisata. Andi. https://books.google.co.id/books?id=ni4_NwAACAAJ
Pradana, G. W., Rahman, A. Z., & Haryonno, H. (2021). Tourism Village Management Requires Good Tourism Governance: Study in the Kampung Lampion Code 18 Yogyakarta. JPSI (Journal of Public Sector Innovations), 6(1), 20–27. https://doi.org/10.26740/jpsi.v6n1.p20-27
Santoso, S., Pradipta, S., Sumantono, T., & Fatmawati, A. A. (2021). Pengembangan Desa Wisata berkonsep Kapasitas Inovasi Daerah di Desa Tanjungjaya, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 29(2).
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Untuk Penelitian yang Bersifat: Eksploratif, Enterpretif,Interaktif dan Konstruktif. Alfabeta.
Sun, L., Qin, L., Chen, Y., Meng, T., & Wang, L. (2025). The Dynamics and Interactive Mechanisms of Tourism Development in Ethnic Villages: A Case Study of Guilin’s Longji Rice Terrace Scenic Spot. Journal of Resources and Ecology, 16(4), 1231–1240. https://doi.org/10.5814/j.issn.1674-764x.2025.04.025
Tachjan. (2006). Implementasi Kebijakan Publik. AIPI Bandung.
Tamianingsih, & Eprilianto, D. F. (2022). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan Community Based Tourism (studi kasus Desa Wisata Ketapanrame, Kabupaten Mojokerto). Publika: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 10(3), 1025–1040. https://doi.org/10.26740/publika.v10n3
Trenggalek Satu Data. (2024, March). Data kunjungan destinasi wisata: Kabupaten Trenggalek tahun 2024. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Trenggalek. https://satudata.trenggalekkab.go.id/data_opd/415/data-kunjungan-destinasi-wisata
United Nations World Tourism Organization. (2021, September 1). The importance of tourism for sustainable development. https://www.unwto-tourismacademy.ie.edu/2021/09/the-importance-of-tourism-for-sustainable-development
Widodo, J. (2021). Strategi Pengembangan Objek Wisata Rumah Apung Bangsring Underwater di Kecamatan Wongosorejo Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Pendidikan Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi Dan Ilmu Sosial, 13(1), 15. https://doi.org/10.19184/jpe.v13i1.10412
World Travel & Tourism Council. (2024). Travel & Tourism Economic Impact Research (EIR): What is the Economic Impact of Travel & Tourism? https://wttc.org/research/economic-impact/economic-research/economic-impact-analysis/league-table-summary
Zheng, S., Chen, X., & Wang, L. (2024). Better Ways for the Intergration of Educational Tourism and Rural Revitalization at GuilinVillage China. Asian Journal of Education and Social Studies.
Abstract views: 2
,
PDF Downloads: 5



